Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Kepedulian terhadap lingkungan mulai menjadi kebiasaan nyata di MTsN 2 Muara Enim. Pada Selasa (22/9/2026), kantin madrasah tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai untuk menyajikan makanan. Sebagai gantinya, kantin menyediakan mangkuk yang dapat digunakan kembali, sementara siswa membawa tumbler masing-masing untuk kebutuhan minum.
Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah mengurangi sampah plastik sekaligus membangun budaya ramah lingkungan berbasis nilai ekoteologi. Perubahan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bumi dapat diwujudkan melalui kebijakan dan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Penggunaan mangkuk yang dapat dipakai berulang kali membuat penyajian makanan di kantin tidak lagi bergantung pada wadah plastik sekali pakai. Sementara itu, kebiasaan membawa tumbler mendorong siswa mengurangi penggunaan botol atau gelas plastik sekali pakai.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengatakan bahwa pendidikan kepedulian lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata agar menjadi bagian dari karakter siswa.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia yang diberi amanah untuk menjaga bumi. Kebiasaan sederhana seperti mengurangi plastik perlu terus dibangun sehingga menjadi budaya di madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, pembiasaan tersebut sejalan dengan nilai ekoteologi yang mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari amanah kepada Allah SWT.
Penerapan kebiasaan ini juga memberi pengalaman langsung kepada siswa. Mereka belajar bahwa pilihan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika membeli makanan dan minuman, dapat memberikan dampak terhadap lingkungan.
Tidak hanya mengurangi potensi sampah plastik dari aktivitas kantin, langkah tersebut turut memperkuat karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Mereka dibiasakan untuk menggunakan fasilitas secara tertib, menjaga kebersihan setelah makan, serta membawa perlengkapan minum yang dapat digunakan berulang kali.
Gerakan mengurangi plastik ini menjadi bagian dari rangkaian kepedulian lingkungan yang telah dibangun MTsN 2 Muara Enim. Madrasah juga terus mendorong berbagai praktik ramah lingkungan, seperti penghijauan, pemanfaatan lahan melalui hidroponik, budidaya jamur tiram, serta pembiasaan warga madrasah untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Bagi MTsN 2 Muara Enim, perubahan tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Mengganti plastik sekali pakai dengan mangkuk yang dapat digunakan kembali dan membiasakan siswa membawa tumbler merupakan contoh bahwa pendidikan lingkungan dapat hadir dalam aktivitas sehari-hari.
Dari kantin madrasah, nilai ekoteologi kemudian diterjemahkan menjadi tindakan nyata: mengurangi sampah, menggunakan kembali, dan menjaga bumi sebagai bagian dari amanah kehidupan. (SM)
