Muara Enim, Kemenag Sumsel —
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, memimpin kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan madrasah pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan yang dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai tersebut melibatkan guru, pegawai, dan seluruh siswa sebagai bagian dari penerapan nilai tobat ekologis dan penguatan budaya peduli lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh warga madrasah membersihkan halaman, menyapu area sekitar gedung, mengumpulkan sampah, dan merapikan lingkungan madrasah. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Aksi gotong royong ini merupakan bentuk penerapan tobat ekologis, yaitu kesadaran untuk memperbaiki perilaku terhadap lingkungan melalui tindakan nyata. Penerapan nilai tersebut juga menjadi bagian dari program ekoteologi MTsN 2 Muara Enim yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Misliyani mengatakan bahwa kegiatan gotong royong menjadi salah satu upaya madrasah dalam membiasakan siswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pendidikan lingkungan perlu diterapkan melalui kegiatan langsung agar siswa memahami dan melaksanakan tanggung jawab tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa tobat ekologis harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kebiasaan yang kurang baik terhadap lingkungan harus diubah dengan perilaku yang lebih bertanggung jawab, seperti membersihkan, merawat, dan menjaga kelestarian alam. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan dan akhlak mulia yang harus dibiasakan sejak dini,” ujar Misliyani.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh warga madrasah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada petugas kebersihan, tetapi menjadi kewajiban bersama.
Kegiatan gotong royong memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, siswa dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan tanpa harus menunggu instruksi dari guru.
Pembiasaan ini diharapkan dapat diterapkan siswa di luar lingkungan madrasah, terutama di rumah dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan kepedulian lingkungan tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui praktik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membentuk karakter, kegiatan tersebut berdampak langsung terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan madrasah. Kondisi lingkungan yang terawat turut mendukung kenyamanan warga madrasah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Pelaksanaan gotong royong menjadi bagian dari komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ini menanamkan pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjalankan amanah Allah SWT.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Muara Enim terus membangun kebiasaan positif yang melibatkan seluruh warga madrasah. Gerakan menjaga kebersihan diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya madrasah.
Upaya ini mendukung pembentukan peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan karakter religius, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan membiasakan perilaku peduli lingkungan sejak dini, madrasah turut berkontribusi dalam membangun generasi yang memiliki kesadaran ekologis dan kepedulian terhadap kelestarian bumi. SM
