MTsN 2 Muara Enim Berita Gerakan Kecil Berdampak Besar, Kebun Kelas Hidupkan Semangat Ekoteologi di MTsN 2 Muara Enim

Gerakan Kecil Berdampak Besar, Kebun Kelas Hidupkan Semangat Ekoteologi di MTsN 2 Muara Enim

Muara Enim, Kemenag Sumsel —

Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari. Semangat inilah yang terus dibangun di MTsN 2 Muara Enim melalui perawatan kebun kelas sebagai bagian dari gerakan ekoteologi dan pendidikan karakter. Salah satu bentuk nyata pembiasaan tersebut terlihat pada Kamis, 5 November 2026, ketika siswa memanfaatkan waktu istirahat untuk menyiram dan merawat tanaman di lingkungan kelas.

Kegiatan sederhana ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran siswa bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa harus menunggu instruksi guru, siswa mulai menunjukkan inisiatif untuk memastikan tanaman di kebun kelas tetap terawat dan tumbuh dengan baik.

Kebun kelas tidak hanya berfungsi memperindah lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual. Melalui aktivitas menyiram, merawat, dan menjaga tanaman, siswa belajar mempraktikkan tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, serta kerja sama.

Wali kelas 9G, Fiki Andrianti, mengapresiasi tumbuhnya inisiatif siswa dalam merawat kebun kelas. Menurutnya, kebiasaan positif tersebut perlu terus dipelihara agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian siswa yang mulai tumbuh dari kesadaran diri sendiri. Merawat tanaman bukan hanya tentang menjaga keindahan kelas, tetapi juga melatih tanggung jawab dan membangun kebiasaan baik. Harapannya, kepedulian ini dapat tumbuh di seluruh kelas dan menjadi budaya bersama di madrasah,” ungkap Fiki.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, terus mendorong penguatan budaya peduli lingkungan melalui berbagai pembiasaan positif. Upaya tersebut sejalan dengan semangat ekoteologi yang menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga ciptaan Allah SWT.

Ekoteologi tidak berhenti pada pemahaman tentang pentingnya menjaga alam, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Merawat tanaman, menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan memelihara lingkungan merupakan bentuk sederhana penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan madrasah.

Melalui kebun kelas, siswa memperoleh pengalaman langsung bahwa lingkungan yang asri tidak tercipta dengan sendirinya. Dibutuhkan kepedulian, konsistensi, dan keterlibatan seluruh warga madrasah untuk menjaganya.

Pembiasaan ini sekaligus memperkuat pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku. Siswa diharapkan mampu membawa nilai kepedulian lingkungan ke luar madrasah, baik di rumah maupun di tengah masyarakat.

Dari kebun kelas, MTsN 2 Muara Enim terus menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil. Ketika kepedulian menjadi budaya, menjaga alam bukan lagi sekadar kegiatan, melainkan bagian dari karakter dan tanggung jawab bersama. SM

1 Likes

Author: humas-dev-2026