Muara Enim, Kemenag Sumsel —
Upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus dilakukan MTsN 2 Muara Enim. Kali ini, semangat tobat ekologis diwujudkan melalui sosialisasi gerakan mencintai bumi dengan memasang banner edukasi bertema “6 Cara Mencintai Bumi” di ruang kelas serta membiasakan peserta didik merawat tanaman yang ada di dalam kelas. Rabu, 04 November 2026
Kegiatan yang berlangsung di kelas 7A dengan pendampingan wali kelas, Miftahul Zannah, ini menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membangun kesadaran ekologis peserta didik. Banner edukasi yang dipasang di kelas memuat ajakan untuk menanam dan merawat tanaman, menghemat air, menghemat energi, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Tidak hanya melalui pesan visual, sosialisasi juga diwujudkan dalam tindakan nyata dengan merawat tanaman hias di dalam kelas. Peserta didik diajak untuk menjaga tanaman, memperhatikan kebutuhannya, dan menjadikan ruang belajar lebih hijau, asri, serta nyaman.
Wali kelas 7A, Miftahul Zannah, menyampaikan bahwa keberadaan banner edukasi di ruang kelas diharapkan menjadi pengingat bagi peserta didik untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan setiap hari. Merawat tanaman bukan sekadar memperindah ruangan, tetapi juga melatih tanggung jawab, kepedulian, dan kebiasaan menjaga alam.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengapresiasi langkah tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan.
“Tobat ekologis harus dimulai dari kesadaran dan perubahan perilaku. Kita tidak cukup hanya berbicara tentang menjaga bumi, tetapi harus membuktikannya melalui tindakan nyata. Saya berharap setiap ruang kelas menjadi tempat tumbuhnya kesadaran untuk mencintai dan merawat lingkungan. Ketika peserta didik terbiasa menjaga tanaman, menghemat air, mengurangi sampah, dan menjaga kebersihan, sesungguhnya mereka sedang belajar bertanggung jawab terhadap ciptaan Allah SWT,” ungkap Misliyani.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Muara Enim ingin menjadikan ruang kelas bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian ekologis. Banner menjadi media pengingat, sementara tanaman menjadi sarana pembelajaran nyata yang dapat dirawat bersama.
Langkah sederhana ini diharapkan melahirkan kebiasaan baik yang tidak berhenti di lingkungan madrasah, tetapi juga terbawa ke rumah dan masyarakat. Sebab, menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab hari ini, melainkan amanah untuk generasi mendatang. Lina
