Muara Enim, Kemenag Sumsel —
Semangat gotong royong dan kreativitas anggota Pramuka MTsN 2 Muara Enim terlihat di lapangan madrasah pada Rabu, 4 November 2026. Menjelang pelaksanaan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu pada 6–8 November 2026, para siswa bersama-sama membuat pionering tiang bendera yang akan digunakan dalam kegiatan perkemahan tersebut.
Sejumlah anggota Pramuka tampak bahu-membahu merangkai bambu dan memasang tali-temali untuk membentuk konstruksi tiang bendera. Setiap anggota mengambil peran dalam proses pengerjaan, mulai dari menyiapkan bahan, menyusun bambu, hingga mengikat setiap bagian agar menghasilkan konstruksi yang kokoh dan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan teknis Perjusami sekaligus wujud penerapan keterampilan kepramukaan dalam menghasilkan karya nyata. Melalui proses tersebut, siswa belajar menggabungkan pengetahuan, kreativitas, ketelitian, dan kerja sama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Di bawah bimbingan Pembina Pramuka, Zahab Jaka Agusena, para anggota Pramuka mengerjakan pionering dengan menerapkan teknik tali-temali, seperti simpul pangkal dan simpul mati. Ketepatan dalam memasang setiap ikatan menjadi perhatian agar tiang bendera dapat berdiri kokoh dan siap digunakan selama Perjusami.
Salah satu siswa, Nazel, terlihat aktif bersama rekan-rekan satu kelompoknya dalam menyelesaikan pembuatan pionering. Mereka saling berbagi tugas dan memastikan setiap bagian terpasang dengan baik.
Pembina Pramuka, Zahab Jaka Agusena, menyampaikan bahwa pembuatan pionering tersebut merupakan bagian penting dari persiapan Perjusami. Selain menghasilkan perlengkapan yang akan digunakan dalam perkemahan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik.
“Pembuatan pionering ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan Perjusami, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, teliti, dan saling membantu. Kami ingin setiap anggota memahami bahwa sebuah hasil yang baik lahir dari kekompakan dan kesungguhan bersama,” ungkap Zahab.
Keterlibatan siswa dalam pembuatan pionering memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya perencanaan dan pembagian tugas. Mereka tidak hanya menjadi peserta dalam sebuah kegiatan, tetapi turut mengambil bagian dalam menyiapkan kebutuhan perkemahan.
Nazel mengaku senang dapat berkontribusi dalam pembuatan tiang bendera yang nantinya digunakan selama Perjusami. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang mempererat kebersamaan antarsesama anggota regu.
“Kami senang bisa membuat sendiri pionering tiang bendera yang akan digunakan saat Perjusami. Pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan kerja sama agar hasilnya kokoh. Kami saling membantu supaya semuanya selesai dengan baik,” ujar Nazel.
Persiapan Perjusami melalui pembuatan pionering mencerminkan pendidikan kepramukaan yang mengutamakan pengalaman dan keterlibatan aktif peserta didik. Nilai kemandirian, gotong royong, kedisiplinan, kreativitas, dan tanggung jawab tumbuh melalui kegiatan yang mereka kerjakan bersama.
MTsN 2 Muara Enim terus mendorong kegiatan kepramukaan sebagai salah satu sarana pengembangan potensi dan pembentukan karakter siswa. Melalui Perjusami yang akan berlangsung pada 6–8 November 2026, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman yang memperkuat keterampilan, kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pembuatan pionering tiang bendera ini menjadi salah satu bukti nyata keterlibatan siswa dalam menyukseskan kegiatan madrasah. Bukan sekadar bambu yang dirangkai menjadi sebuah konstruksi, melainkan hasil kerja bersama yang mencerminkan semangat gotong royong dan tanggung jawab.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pramuka MTsN 2 Muara Enim siap menyambut Perjusami dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk menghadirkan kegiatan yang bermakna serta membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter. SM
