Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Menjaga kebersihan dan melestarikan alam bukan sekadar kebiasaan, melainkan wujud tanggung jawab manusia dalam merawat ciptaan Allah SWT. Pesan inilah yang disampaikan guru Ilmu Pengetahuan Sosial, Anjas Minarti, saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di MTsN 2 Muara Enim, Senin (12/10/2026).
Dalam amanatnya, Anjas mengajak seluruh siswa menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari karakter dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, kesadaran menjaga bumi perlu ditanamkan sejak dini melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Ia mengingatkan bahwa lingkungan madrasah merupakan ruang belajar bersama yang harus dijaga kebersihan dan kelestariannya. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta merawat tanaman merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan siswa untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Pesan tersebut sejalan dengan nilai ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa menjaga dan melestarikan alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia kepada Allah SWT. Alam bukan hanya tempat manusia menjalani kehidupan, tetapi juga amanah yang harus dirawat agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Sebagai guru IPS, Anjas juga mengaitkan kepedulian lingkungan dengan hubungan antara manusia dan alam. Menurutnya, keseimbangan lingkungan sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam. Karena itu, siswa perlu memahami bahwa tindakan kecil yang dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak bagi kelestarian lingkungan.
“Menjaga kebersihan dan merawat alam bukan sekadar slogan, melainkan bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia sekaligus wujud kepedulian terhadap ciptaan Allah SWT. Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah plastik, dan merawat tanaman di lingkungan madrasah,” pesannya.
Amanat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pesan dalam upacara, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan nyata yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membangun kesadaran lingkungan sejak dini, madrasah turut membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Melalui penguatan nilai ekoteologi, MTsN 2 Muara Enim terus mendorong terwujudnya pendidikan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Dengan demikian, menjaga bumi menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai kebaikan yang dimulai dari lingkungan terdekat. (SM)
