Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
MTsN 2 Muara Enim terus memperkuat budaya ramah lingkungan melalui gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Upaya ini diwujudkan melalui imbauan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Alpisahriah, kepada seluruh peserta didik sesaat setelah kegiatan muhadharah selesai, Jumat pagi di halaman madrasah, Jumat (9/10/2026). Gerakan ini menjadi bagian dari penanaman nilai ekoteologi yang mengajarkan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.
Dalam arahannya, Alpisahriah yang akrab disapa Alpi tersebut mengajak siswa untuk tidak membawa maupun membeli makanan dan minuman berkemasan plastik di lingkungan madrasah. Sebagai alternatif, siswa dianjurkan membawa tempat makan dan botol minum (tumbler) dari rumah untuk digunakan berulang kali.
Menurutnya, perubahan perilaku dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, siswa turut berkontribusi dalam menekan jumlah sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mendukung pembiasaan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik. Pendidikan di madrasah, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami ingin peserta didik memahami bahwa kepedulian terhadap bumi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan baik ini diharapkan tidak hanya diterapkan di madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Misliyani.
Gerakan pengurangan plastik tersebut sejalan dengan konsep ekoteologi, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Dalam ajaran Islam, manusia mengemban amanah sebagai khalifah fil ardh untuk memelihara bumi dan menghindari perbuatan yang menimbulkan kerusakan.
Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Karena itu, penggunaan wadah makan dan botol minum yang dapat dipakai berulang kali menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi sampah plastik sejak dari sumbernya.
Melalui imbauan tersebut, siswa juga diajak memahami bahwa menjaga kebersihan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah. Kesadaran ini diharapkan tumbuh menjadi karakter positif yang tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, rumah, maupun masyarakat.
Gerakan ini sekaligus memperkuat komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam dan tindakan nyata untuk menjaganya.
Melalui pembiasaan mengurangi plastik sekali pakai, MTsN 2 Muara Enim berupaya menanamkan pemahaman bahwa merawat bumi merupakan bagian dari pengamalan iman dan pembentukan akhlak mulia. Dari kebiasaan sederhana, madrasah berharap lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (SM)
