MTsN 2 Muara Enim Berita Pembinaan Bilal Jumat Sejak Dini, MTsN 2 Muara Enim Siapkan Generasi Muda yang Siap Mengabdi kepada Masyarakat

Pembinaan Bilal Jumat Sejak Dini, MTsN 2 Muara Enim Siapkan Generasi Muda yang Siap Mengabdi kepada Masyarakat

Muara Enim, Kemenag Sumsel –

MTsN 2 Muara Enim memperkuat pembinaan karakter religius siswa melalui latihan keterampilan menjadi bilal Jumat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, di depan ruang Tata Usaha tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk berkontribusi dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Pembinaan yang dipandu guru pembina keagamaan, Mulhakim, diikuti tiga siswa kelas VII, yakni Rahmat dari kelas VII.D, Arjuna dari kelas VII.H, dan Fahri dari kelas VII.B. Ketiganya mengikuti latihan pengumandangan adzan dan pembacaan tarqiyah sebagai bagian dari persiapan menjalankan tugas bilal salat Jumat.

Dalam kegiatan tersebut, Mulhakim memberikan bimbingan secara langsung dengan memperhatikan ketepatan pelafalan, intonasi, panjang-pendek bacaan, serta makharijul huruf. Setiap siswa mendapat kesempatan untuk mempraktikkan bacaan, kemudian menerima koreksi dan arahan guna meningkatkan kefasihan serta ketepatan pelaksanaannya.

Latihan di area terbuka depan ruang TU juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Mereka dilatih membangun keberanian, menjaga konsentrasi, dan meningkatkan kepercayaan diri ketika tampil di hadapan orang lain. Pembiasaan tersebut diharapkan membuat siswa lebih siap ketika mendapat kesempatan menjalankan tugas bilal di masjid lingkungan masyarakat.

Mulhakim menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengumandangkan adzan dan membaca tarqiyah, tetapi juga membentuk kesiapan mental serta tanggung jawab siswa dalam menjalankan tugas keagamaan.

“Melalui latihan ini, kami ingin anak-anak memiliki kemampuan dan keberanian untuk menjalankan tugas sebagai bilal Jumat. Mereka perlu memahami ketepatan bacaan, menjaga kefasihan, serta memiliki kesiapan mental ketika tampil di tengah masyarakat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh di madrasah dapat menjadi bekal pengabdian mereka kelak,” ungkap Mulhakim.

Pembinaan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan pendidikan keagamaan yang menghubungkan pembelajaran di madrasah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan ibadah secara langsung melalui pendampingan guru.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mendukung pelaksanaan pembinaan tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter religius dan pengembangan potensi siswa. Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, akhlak, serta keterampilan keagamaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, MTsN 2 Muara Enim berupaya menumbuhkan generasi muda yang mencintai masjid, memahami tanggung jawab keagamaan, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan madrasah tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Melalui pembiasaan dan praktik keagamaan, madrasah turut menyiapkan kader muda yang siap menjaga keberlangsungan kehidupan religius serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. SM

0 Likes

Author: humas-dev-2026