Muara Enim, Kemenag Sumsel –
Menanamkan kecintaan kepada Allah SWT menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Nilai tersebut diwujudkan MTsN 2 Muara Enim melalui pembiasaan Salat Dhuha dan Salat Tasbih berjemaah yang diikuti ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan di lapangan utama madrasah, Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam membangun karakter religius peserta didik melalui pengamalan nilai-nilai keislaman.
Dimulai pukul 07.00 WIB, kegiatan berlangsung khidmat dengan Bapak Dian Rizki Saputra bertindak sebagai imam. Seluruh jemaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Kebersamaan tersebut mencerminkan komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan keimanan dan ketakwaan.
Pembiasaan Salat Dhuha dan Salat Tasbih bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan sarana menanamkan kesadaran spiritual kepada peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa dibimbing untuk membangun kedekatan dengan Allah SWT, membiasakan diri melaksanakan ibadah sunnah, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan ajaran agama.
Dalam perspektif Kurikulum Berbasis Cinta, kegiatan tersebut merepresentasikan nilai Panca Cinta, khususnya cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Kecintaan tersebut ditumbuhkan melalui kebiasaan beribadah, kesungguhan menjalankan perintah agama, serta kesadaran menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari itu, pelaksanaan ibadah secara berjemaah juga mengajarkan nilai kebersamaan dan persaudaraan. Seluruh warga madrasah berdiri dalam satu saf, saling menghargai, dan mengikuti imam dengan tertib. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran nyata tentang kesetaraan, ukhuwah Islamiyah, dan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, terus mendorong penguatan budaya religius sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Melalui pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten, madrasah berupaya agar nilai-nilai agama tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kesadaran dan perilaku dalam kehidupan siswa.
Implementasi KBC melalui pembiasaan ibadah juga diharapkan memberikan dampak terhadap perilaku peserta didik di luar kegiatan keagamaan. Kecintaan kepada Allah SWT perlu tercermin dalam sikap santun kepada guru dan orang tua, kepedulian terhadap sesama, kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh jemaah memanjatkan harapan agar diberikan keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kekuatan untuk senantiasa istiqamah dalam menjalankan ajaran agama.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Muara Enim terus menghadirkan pendidikan berbasis nilai-nilai cinta yang mengintegrasikan penguatan spiritual dengan pembentukan akhlak. Madrasah tidak hanya berupaya mencetak peserta didik yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kedekatan dengan Allah SWT, peduli terhadap sesama, dan mampu menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Dari pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga mencintai, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan. Inilah wujud pendidikan madrasah yang menjadikan cinta sebagai fondasi untuk melahirkan generasi beriman dan berakhlak mulia. SM
