MTsN 2 Muara Enim Berita Ubah Sanksi Pelanggaran Jadi Edukasi Positif, MTsN 2 Muara Enim Gelar Pembinaan Karakter Melalui Muhadharah

Ubah Sanksi Pelanggaran Jadi Edukasi Positif, MTsN 2 Muara Enim Gelar Pembinaan Karakter Melalui Muhadharah

Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Pelanggaran tata tertib tidak senantiasa disikapi dengan sanksi punitif, melainkan menjadi ruang restoratif untuk memperbaiki diri. Prinsip pembinaan edukatif ini diterapkan oleh MTsN 2 Muara Enim dalam membimbing peserta didiknya agar belajar dari kesalahan dan tumbuh menjadi pribadi yang bertangung jawab.

Dalam kegiatan Muhadharah yang berlangsung di halaman madrasah, Jumat (23/10/2026), peserta didik bernama Genta bersama rekan-rekannya tampil di depan mimbar untuk menyampaikan materi literasi edukatif mengenai bahaya perjudian kepada seluruh teman sebaya.

Langkah pembinaan tersebut berawal dari penegakan disiplin atas pelanggaran tata tertib berupa aktivitas bermain kartu saat jam istirahat. Alih-alih memberikan hukuman fisik atau teguran keras, pihak madrasah mengarahkan siswa yang bersangkutan untuk menyusun serta mempresentasikan materi edukasi mengenai risiko perjudian, termasuk ancaman judi online (judol).

Di hadapan ratusan siswa dan jajaran dewan guru, Genta dan kawan-kawan memaparkan dampak buruk perjudian yang dapat merusak kondisi finansial, mengganggu fokus belajar, memicu keretakan hubungan sosial, serta mengikis benteng moral generasi muda.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, menegaskan bahwa pendekatan humanis dan berorientasi pada penyadaran diri jauh lebih efektif dalam membentuk mentalita dan karakter peserta didik dibanding sanksi formal semata.

“Kami ingin menjadikan setiap kesalahan sebagai ruang pembelajaran berharga. Pendekatan edukatif ini bukan sekadar memberi konsekuensi atas pelanggaran, melainkan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri siswa. Melalui ajakan teman sebaya (peer education), pesan-pesan kebaikan dan kepatuhan terhadap aturan madrasah dapat tersampaikan secara lebih efektif dan membekal,” tegas Misliyani.

Melalui pendekatan sanksi edukatif ini, para siswa tidak hanya diajak melakukan introspeksi diri atas kesalahan yang dilakukan, tetapi juga dilatih keberaniannya dalam berbicara di depan publik (public speaking), meningkatkan kemampuan literasi, serta mengambil peran aktif menyebarkan pesan kebaikan.

Sistem pengasuhan berbasis edukasi dan pendampingan karakter ini mempertegas komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam menghadirkan iklim pendidikan keagamaan yang humanis, terstruktur, dan berorientasi pada pembentukan akhlakul karimah peserta didik.

Dari sebuah kekhilafan, lahir pembelajaran berharga bagi seluruh warga madrasah bahwa tata tertib harus dihormati, kesalahan harus dijadikan sarana evaluasi diri, dan setiap individu senantiasa memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. (SM)

3 Likes

Author: humas-dev-2026