MTsN 2 Muara Enim EKOTEOLOGI Paguyuban Kelas Bersinergi, MTsN 2 Muara Enim Perkuat Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan

Paguyuban Kelas Bersinergi, MTsN 2 Muara Enim Perkuat Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diajarkan melalui pembelajaran di kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi nyata. Semangat inilah yang ditunjukkan seluruh paguyuban kelas MTsN 2 Muara Enim melalui berbagai bentuk dukungan terhadap gerakan ekoteologi, mulai dari penataan kebun hingga penambahan bibit tanaman untuk dirawat bersama di lingkungan madrasah, Senin (12/10/2026).

Keterlibatan orang tua siswa menjadi bukti bahwa upaya membangun budaya peduli lingkungan membutuhkan sinergi antara madrasah dan keluarga. Setiap paguyuban berkontribusi sesuai dengan kemampuannya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, asri, dan nyaman sekaligus menanamkan tanggung jawab menjaga kelestarian alam kepada peserta didik.

Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut terlihat dari paguyuban kelas 9B bersama para wali murid yang bergotong royong menyelesaikan pembuatan pagar kebun kelas. Pagar tersebut diharapkan dapat melindungi tanaman agar tumbuh lebih terawat. Sementara itu, paguyuban kelas 7H turut berpartisipasi dengan membawa bibit tanaman untuk dirawat dan dijaga di lingkungan madrasah.

Partisipasi tersebut tidak sekadar menambah tanaman dan memperindah lingkungan. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk memahami pentingnya merawat makhluk hidup, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tanaman yang dirawat secara berkelanjutan juga dapat menjadi media pembelajaran kontekstual yang mendekatkan siswa dengan alam.

Melalui pendekatan ekoteologi, kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga amanah Allah SWT. Nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi kehidupan.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengapresiasi keterlibatan para paguyuban kelas dan wali murid dalam mendukung gerakan penghijauan di madrasah.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan para orang tua menjadi contoh positif bagi anak-anak bahwa kepedulian terhadap alam harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kami berharap kebiasaan merawat tanaman ini tumbuh menjadi karakter peserta didik, tidak hanya di madrasah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Sinergi ini diharapkan terus berkembang sehingga setiap tanaman yang hadir di madrasah tidak hanya memperkaya ruang hijau, tetapi juga menumbuhkan nilai kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab pada diri peserta didik.

Melalui gerakan ekoteologi yang didukung bersama oleh madrasah dan keluarga, MTsN 2 Muara Enim terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang hijau sekaligus membentuk generasi berakhlak yang mencintai dan menjaga kelestarian bumi. (SM)

1 Likes

Author: humas-dev-2026