MTsN 2 Muara Enim EKOTEOLOGI Ekoteologi dalam Aksi Nyata, MTsN 2 Muara Enim Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gotong Royong

Ekoteologi dalam Aksi Nyata, MTsN 2 Muara Enim Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gotong Royong

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi perlu ditanamkan melalui tindakan nyata. Hal ini ditunjukkan Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, yang turun langsung memimpin beberapa siswa membersihkan lingkungan madrasah dan kawasan sekitarnya pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai ekoteologi sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kelestarian alam.

Dalam kegiatan tersebut, Misliyani bersama beberapa siswa bergotong royong membersihkan pekarangan, memungut sampah, merapikan lingkungan, dan membersihkan saluran air di sekitar madrasah. Keterlibatan langsung kepala madrasah memberikan teladan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai keimanan. Ekoteologi mengajarkan bahwa alam merupakan ciptaan Allah SWT yang harus dijaga dan dilestarikan. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan saluran air.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam memperlakukan lingkungan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia yang diberi amanah untuk merawat bumi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa nilai-nilai agama tidak hanya dipelajari dan diucapkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk nyata dari akhlak yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan sejak dini penting untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan siswa di rumah dan di tengah masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk memahami dampak perilaku manusia terhadap lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan, misalnya, dapat mengganggu kebersihan dan menyumbat saluran air. Sebaliknya, tindakan sederhana berupa memungut sampah dan menjaga kebersihan lingkungan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, kegiatan tersebut memperkuat semangat kebersamaan antara kepala madrasah dan siswa. Melalui kerja sama dan keterlibatan langsung, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian serta kontribusi setiap individu.

Upaya ini sejalan dengan komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan melalui penerapan ekoteologi. Nilai-nilai keagamaan diintegrasikan dengan tindakan nyata agar siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan berkelanjutan dalam membangun madrasah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Dengan demikian, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan tanggung jawab terhadap alam.

Melalui langkah sederhana yang dilakukan bersama, MTsN 2 Muara Enim berupaya menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat ekoteologi diharapkan tumbuh menjadi perilaku nyata yang mencerminkan keimanan, memperkuat akhlak mulia, dan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian bumi. (SM)

1 Likes

Author: humas-dev-2026