Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam membangun budaya peduli lingkungan kembali mendapat perhatian. Selasa (22/07/2026), madrasah ini menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Program Adiwiyata Mandiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penilaian menuju Adiwiyata Mandiri.
Selama proses verifikasi, tim DLH meninjau secara langsung berbagai program unggulan dan inovasi lingkungan yang telah dikembangkan madrasah. Di antaranya inovasi hidroponik berbasis teknologi, budidaya jamur, pengolahan sampah organik menjadi kompos, greenhouse, kebun tanaman produktif, serta berbagai program pembiasaan peduli lingkungan yang melibatkan seluruh warga madrasah. Tim juga berdialog dengan guru, pegawai, dan murid untuk melihat sejauh mana budaya ramah lingkungan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Kegiatan verifikasi ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, Abdul Harris Putra. Menurutnya, upaya yang dilakukan MTsN 2 Muara Enim sejalan dengan Program Ekoteologi Kementerian Agama yang mendorong satuan pendidikan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada MTsN 2 Muara Enim dalam mengikuti verifikasi Adiwiyata Mandiri. Berbagai inovasi yang dikembangkan menunjukkan kesungguhan madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik,” ujar Abdul Harris Putra.
Salah seorang anggota Tim Verifikasi DLH Kabupaten Muara Enim, Dessy, mengaku terkesan dengan kesiapan MTsN 2 Muara Enim. Menurutnya, berbagai inovasi yang ditampilkan bukan sekadar pelengkap penilaian, tetapi telah menjadi bagian dari budaya madrasah.
“Setelah melihat langsung di lapangan, kami menilai MTsN 2 Muara Enim telah memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk Program Adiwiyata Mandiri. Inovasi lingkungan yang dimiliki sangat baik dan didukung keterlibatan seluruh warga madrasah. Selanjutnya, hasil verifikasi ini akan diproses sesuai mekanisme penilaian yang berlaku,” ungkap Dessy.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, menyampaikan bahwa seluruh program lingkungan yang dikembangkan merupakan hasil kerja sama seluruh warga madrasah dan para pemangku kepentingan. Ia berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh sebagai karakter yang melekat pada setiap murid.
“Yang kami bangun bukan hanya lingkungan yang hijau, tetapi juga karakter peduli lingkungan. Kami ingin setiap murid memiliki kesadaran untuk menjaga alam, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat,” tutur Misliyani.
Verifikasi lapangan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan MTsN 2 Muara Enim menuju Adiwiyata Mandiri. Hasil penilaian selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku hingga penetapan resmi oleh tim di tingkat pusat. Terlepas dari hasil akhirnya, madrasah berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan menjaga budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari identitas MTsN 2 Muara Enim. (SM)
