Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Pelibatan suara siswa menjadi bagian penting dalam memetakan penerapan pendidikan berbasis cinta di madrasah. MTsN 2 Muara Enim mengikuti Survei Nasional System Analysis Humanis Berbasis Transparansi (SAHABAT) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/10/2026), di Laboratorium Komputer madrasah.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Nomor B-279/Kw.06.2/PP.00/10/2026 tertanggal 8 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC Tahun 2026. Program yang diinisiasi Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI ini bertujuan memotret dan menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada satuan pendidikan madrasah secara terstruktur dan terintegrasi.
Provinsi Sumatera Selatan termasuk dalam Batch 3 dengan jadwal pelaksanaan survei pada 20–22 Oktober 2026. Berdasarkan surat tersebut, responden ditetapkan sebanyak 5 persen dari populasi siswa dan 5 persen dari populasi guru di setiap madrasah berdasarkan data EMIS.
Di MTsN 2 Muara Enim, survei dilaksanakan menggunakan perangkat komputer untuk mendukung pengisian instrumen secara digital. Siswa yang terpilih sebagai responden mengikuti kegiatan sesuai ketentuan dan diharapkan memberikan jawaban secara objektif berdasarkan pengalaman mereka di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan survei ini menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Data yang dihimpun diharapkan dapat membantu memetakan pelaksanaan kurikulum sekaligus menjadi bahan analisis untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mendukung pelaksanaan survei nasional tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui survei ini, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat dipetakan secara objektif sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” ujarnya.
Kurikulum Berbasis Cinta mengedepankan nilai kasih sayang, toleransi, empati, dan penghormatan terhadap sesama dalam proses pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tercermin dalam interaksi antara guru dan siswa, hubungan antarpeserta didik, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Keikutsertaan MTsN 2 Muara Enim dalam Survei Nasional SAHABAT KBC 2026 menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya Kementerian Agama dalam memetakan implementasi kebijakan pendidikan madrasah. Melalui pengumpulan data yang terarah dan partisipasi responden yang objektif, hasil survei diharapkan dapat mendukung penguatan pendidikan yang memadukan pengetahuan, nilai keagamaan, dan pembentukan karakter.
Dengan demikian, pendidikan berbasis cinta diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi tercermin dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah. Upaya ini menjadi bagian dari langkah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia, berempati, serta bertanggung jawab. (SM)
