MTsN 2 Muara Enim informasi Siswa Baru MTsN 2 Muara Enim Dibiasakan Berwudu untuk Membentuk Karakter Religius

Siswa Baru MTsN 2 Muara Enim Dibiasakan Berwudu untuk Membentuk Karakter Religius

Muara Enim (Kemenag Sumsel) —

MTsN 2 Muara Enim terus menanamkan budaya religius kepada peserta didik baru. Pada masa awal masuk sekolah, di hari kedua ini, Selasa (14/7/2026) seluruh siswa kelas VII diajak melaksanakan praktik wudu yang benar sebagai bekal membangun kebiasaan menjaga kesucian diri sekaligus meningkatkan kesiapan dalam melaksanakan ibadah.

Kegiatan ini dipandu oleh para guru dengan penuh kesabaran. Selain mempraktikkan tata cara wudu sesuai tuntunan syariat, siswa juga diberikan pemahaman bahwa wudu bukan sekadar syarat sah salat, tetapi merupakan pendidikan karakter yang mengajarkan kebersihan, kedisiplinan, ketertiban, dan tanggung jawab.

Salah satu siswa kelas VII E, Kohirul, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran praktik wudu membuat dirinya lebih percaya diri karena mengetahui tata cara berwudu yang benar.

“Saya senang diajarkan berwudu sejak hari pertama masuk madrasah. Kegiatannya menyenangkan dan membuat saya lebih paham tentang tata cara wudu yang benar. Semoga saya bisa membiasakannya setiap hari,” ungkap Kohirul.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Umi Misliyani, menyampaikan bahwa pembiasaan wudu merupakan bagian dari upaya madrasah membangun karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan mencintai kebersihan.

“Kami ingin setiap siswa baru tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan berwudu sejak awal menjadi langkah sederhana namun memiliki makna besar dalam membentuk karakter yang disiplin, bersih, dan dekat dengan nilai-nilai keislaman. Inilah komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam mewujudkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam akhlak, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup,” tutur Umi Misliyani.

Melalui kegiatan pembiasaan ini, MTsN 2 Muara Enim berharap seluruh siswa baru mampu menanamkan budaya hidup bersih, memperkuat keimanan, serta menjadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di tengah keluarga dan masyarakat.(EA)

1 Likes

Author: humas-dev-2026