
Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Hari ini, Selasa (28/8/2025) seluruh civitas akademik MTsN 2 Muara Enim menggelar upacara bendera yang khidmat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan mengusung tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Utama madrasah ini menjadi momentum bagi Kepala Madrasah (Kamad) untuk menanamkan nilai-nilai kepemudaan dan persatuan kepada seluruh siswa.
Dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara, Kepala Madrasah, Misliyani dengan lantang menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda 1928 bukan sekadar teks sejarah, melainkan adalah inspirasi abadi bagi setiap generasi muda, terutama siswa-siswi madrasah.
“Hari ini, 97 tahun setelah ikrar bersejarah itu, tugas kita berbeda. Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi kita harus mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran,” ujar Kamad di hadapan ratusan siswa dan guru.
Kamad meminta agar Hari Sumpah Pemuda dijadikan Tema Nasional sebagai Arah gerakan siswa secara khusus menyoroti relevansi tema Hari Sumpah Pemuda 2025, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Ia menekankan bahwa ‘bergerak’ harus dimaknai sebagai tindakan nyata yang positif, bukan sekadar kata-kata.
Kepala madrasah juga mengajak siswa untuk bergerak aktif dalam meraih prestasi akademik dan non-akademik, menjadikan madrasah sebagai ladang untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan kompeten.
Kamad mengingatkan bahwa siswa madrasah harus menjadi contoh dalam karakter dan akhlak mulia, menjauhi narkoba, bullying, dan perilaku negatif lainnya yang merusak persatuan.
Bersatu dalam keberagaman, Kamad menginginkan siswa siap menghadapi era digital dan perbedaan suku, bahasa, serta budaya di Indonesia, Misliyani menegaskan pentingnya kolaborasi dan empati. “Madrasah kita adalah miniatur Indonesia. Jangan biarkan perbedaan menjadi penghalang, tetapi jadikan sebagai kekuatan untuk saling menguatkan,” tambahnya.
Misliyani juga mengingatkan bahwa para siswa adalah “penentu sejarah berikutnya” dan bukan hanya pelengkap, oleh karena itu mereka harus berani bermimpi besar dan tidak takut gagal.
Menutup amanatnya, Kamad MTsN 2 Muara Enim peran pemuda di era digital ini, Misliyani menantang siswa-siswinya untuk menjadi pemuda yang tangguh dan patriotik di era modern, termasuk di ruang digital.
“Lawan kolonialisme baru di era digital. Jangan hanya mengejar citra, tetapi utamakan substansi kesatuan Indonesia. Jadikan media sosial sebagai ruang untuk mempererat persatuan dan melawan intoleransi,” pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari peserta upacara. (EA)
