Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
MTsN 2 Muara Enim kembali menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya jamur tiram. Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha jamur tiram, Rahmad Hidayat, sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan praktik langsung kepada guru dan siswa di Lapangan MTsN 2 Muara Enim. Hari ini, Jumat (17/7/2026)
Dalam sambutannya, pihak madrasah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal penting dalam membangun jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Ada ilmu yang kita ambil dari sosialisasi ini. Kami menghimbau kepada guru yang tidak memiliki jam pelajaran agar dapat mengikuti sosialisasi media jamur. Kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan pagi ini, silakan bertanya kepada narasumber yang telah memiliki usaha jamur. Menimba ilmu kewirausahaan seperti ini semoga menjadi bekal yang bermanfaat untuk masa depan,” disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Rahmad Hidayat menjelaskan bahwa usaha budidaya jamur tiram yang ditekuninya berawal dari kegiatan Karang Taruna. Kini usahanya telah berkembang dan untuk kedua kalinya dipercaya memberikan pelatihan di MTsN 2 Muara Enim.
Menurut Rahmad, keberhasilan usaha tidak cukup hanya dengan memahami teori, tetapi harus dibarengi dengan praktik yang konsisten.
Satu praktik mengalahkan sejuta teori. Dengan mencoba langsung, kita akan memahami proses budidaya dan mampu mengembangkan usaha secara nyata,” ungkap Rahmad Hidayat.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan cara pembuatan media tanam (baglog) jamur tiram. Rahmad menjelaskan komposisi bahan yang digunakan, yaitu 50 kilogram serbuk kayu, 5 kilogram dedak, dan ½ kilogram kapur gamping. Seluruh bahan diaduk hingga merata, kemudian ditambahkan air sebanyak satu ember cat berukuran 20 kilogram sampai adonan memiliki tingkat kelembapan yang sesuai.
Setelah adonan siap, media dimasukkan ke dalam plastik baglog hingga padat dan penuh. Tahap berikutnya adalah proses pengukusan baglog sebagai langkah sterilisasi sebelum dilakukan penanaman bibit jamur tiram.
Kepala MTsN 2 Muara Enim mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus mendukung program madrasah berbasis keterampilan, kewirausahaan, dan Adiwiyata. Melalui pelatihan ini diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki motivasi untuk menciptakan peluang usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi di masa mendatang.(EA)
