Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Menanamkan kepedulian sosial dan keikhlasan sejak dini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter peserta didik. Melalui pembelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas 8E, Jumat (23/10/2026), MTsN 2 Muara Enim mengajak siswa memahami makna infak dan sedekah sebagai wujud keimanan sekaligus kepedulian terhadap sesama.
Guru Al-Qur’an Hadis, Luthfiyah Azzahra, membimbing peserta didik memahami infak dan sedekah tidak hanya dari segi pengertian dan ketentuan agama, tetapi juga dari nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini menekankan pentingnya keikhlasan, sikap dermawan, dan kesadaran untuk membantu orang lain sesuai kemampuan.
Dalam proses pembelajaran, peserta didik diajak memahami bahwa sedekah tidak terbatas pada pemberian uang atau barang. Berbagi ilmu, membantu sesama, memberikan nasihat yang baik, dan bertutur kata santun juga merupakan bentuk kebaikan yang mencerminkan akhlak mulia.
Pemahaman tersebut diharapkan mampu memperluas cara pandang siswa tentang pentingnya berbagi dan menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Materi infak dan sedekah juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai solidaritas sosial kepada peserta didik. Melalui pemahaman ajaran Islam, siswa diarahkan untuk menghargai sesama, mengembangkan empati, serta memahami pentingnya membantu orang yang membutuhkan tanpa menjadikan besar kecilnya pemberian sebagai ukuran utama kebaikan.
Pembelajaran ini sejalan dengan upaya MTsN 2 Muara Enim dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pengintegrasian nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan yang diperoleh di kelas diharapkan menjadi landasan bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan positif, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui materi infak dan sedekah, pembelajaran Al-Qur’an Hadis tidak hanya memperkaya pengetahuan keagamaan siswa, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya keikhlasan dan kepedulian sosial. Dari ruang kelas, kesadaran untuk berbagi ditumbuhkan sebagai bekal membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. (SM)
