
Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Seluruh guru dan pegawai baik ASN maupun Non ASN MTsN 2 Muara Enim mengikuti survey Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah melalui link https://survei.madrasahku.id/kurikulum-cinta. Minggu (09/02/25).
Kementerian Agama Republik Indonesia tengah menggagas Kurikulum Cinta, sebuah inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa pendidikan karakter di Indonesia membutuhkan inovasi yang lebih mendalam, salah satunya melalui pendekatan yang lebih integratif dan sistematis dalam kurikulum.
Kurikulum cinta yang digagas oleh Kemenag bukan sekadar konsep abstrak, melainkan pendekatan pendidikan holistik yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan harmoni. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural dan beragam, konsep ini sangat relevan. Pendidikan agama yang seringkali hanya menekankan aspek normatif dan ritual diharapkan dapat bergeser menjadi pembelajaran yang menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui pengumuman di grup WA keluarga besar MTsN 2 Muara Enim, Kamad memberikan perintah untuk mengisi survey ,maka seluruh guru dan pegawai baik ASN maupun Non ASN MTsN 2 Muara Enim langsung mengisi survey melalui link yang sudah disediakan .Setelah mengisi link para guru dan pegawai mengirimkan tanda bukti berupa screenshot bahwa telah selesai mengisi survey.
Kepala Madrasah Hj. Misliyani,S.Ag.M.Pd.I mendukung penuh kegiatan ini. “Sebagai langkah awal kita mendukung penuh program-program yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI. Kita tidak ingin agama hanya menjadi sesuatu yang normatif, tetapi harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sebagai Madrasah menjadi wadah untuk mencetak generasi yang ramah, humanis, nasionalis, dan peduli lingkungan”.(EA/LM)
