Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Mengukuhkan komitmen sebagai sekolah berwawasan lingkungan, MTsN 2 Muara Enim resmi memulai proyek peningkatan produktivitas pangan mandiri. Tepat hari ini, Jumat (24/04), aksi pembongkaran dan pembangunan tempat budidaya jamur serta instalasi hidroponik baru mulai dikerjakan.
Pemandangan berbeda terlihat di area lingkungan madrasah sejak pagi hari. Tanpa sekat, para guru dan pegawai MTsN 2 Muara Enim terjun langsung menyingsingkan lengan baju. Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu membongkar struktur lama yang biasa digunakan untuk tempat parkir kendaraan guru dan pegawai sementara, kini akan digunakan untuk fasilitas budidaya jamur dan hidroponik yang lebih representatif dan produktif.
Pembangunan ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya strategis untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi, Mengoptimalkan hasil panen jamur dan sayuran hidroponik untuk kebutuhan internal dan edukasi. Laboratorium Alam, Menjadi sarana belajar langsung (pembelajaran kontekstual) bagi siswa dalam bidang agribisnis dan lingkungan hidup. Syarat Adiwiyata Mandiri, Memenuhi kriteria inovasi lingkungan untuk meraih predikat tertinggi sekolah peduli lingkungan.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh staf yang terlibat dalam pembangunan ini. Beliau menekankan bahwa kemandirian adalah kunci utama.
“Hari ini kita bergotong royong untuk masa depan MTsN 2 Muara Enim yang lebih hijau. Pembangunan tempat budidaya jamur dan hidroponik ini adalah bukti nyata bahwa kita tidak hanya berteori tentang lingkungan, tapi beraksi. Target kita jelas yaitu untuk menuju Adiwiyata Mandiri. Dengan fasilitas yang lebih mumpuni dan dikerjakan secara gotong royong, saya yakin produktivitas kita akan meningkat pesat. Ini adalah warisan edukasi untuk siswa agar mereka mencintai kemandirian pangan sejak dini.” Ungkap Misliyani.
Dengan dimulainya pembangunan ini, MTsN 2 Muara Enim semakin memantapkan langkahnya sebagai pelopor sekolah hijau di Kabupaten Muara Enim, sekaligus menjadi inspirasi bagi instansi pendidikan lainnya dalam pengelolaan lingkungan yang produktif. (LM)
