MTsN 2 Muara Enim Berita Kedepankan Standar Kualitas Gerak, Kemeriahan Kostum Warnai Ujian Praktik Senam Kreasi di MTsN 2 Muara Enim

Kedepankan Standar Kualitas Gerak, Kemeriahan Kostum Warnai Ujian Praktik Senam Kreasi di MTsN 2 Muara Enim

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Ratusan siswa kelas 9 MTsN 2 Muara Enim memenuhi lapangan utama madrasah untuk mengikuti ujian praktik PJOK, Selasa (28/4). Mengenakan beragam kostum tematik yang kreatif mulai dari karakter lebah, domba, hingga gurita para siswa menunjukkan totalitas dalam menuntaskan agenda pengambilan nilai senam kreasi tersebut.

Kegiatan ini dibimbing dan dinilai langsung oleh duet guru PJOK, Yulita Sari dan Nurhaviva Hasanah. Selaku tim penguji, Yulita Sari menekankan bahwa metode senam kreasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa mampu mengintegrasikan kebugaran fisik dengan koordinasi tim yang solid.

“Melalui senam kreasi, kami ingin melihat kematangan siswa dalam berkoordinasi. Mereka belajar menyelaraskan tempo, mengatur pola lantai, dan membangun kedisiplinan gerak secara kolektif. Ini bukan sekadar ujian fisik, tapi juga ujian mental dalam bekerja sama,” ujar Yulita Sari.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, yang memantau langsung jalannya praktik, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi seragam yang ditampilkan. Namun, beliau memberikan penegasan kuat mengenai parameter utama dalam penilaian ujian olahraga ini agar esensi PJOK tetap terjaga.

” Kreativitas seragam siswa memang sangat luar biasa dan patut dihargai sebagai bentuk inovasi. Namun, saya tegaskan bahwa poin penilaian paling utama tetap pada kualitas gerakan, kekuatan (power), ketepatan teknik, serta keselarasan gerak dengan musik. Kostum adalah nilai tambah untuk keindahan, tetapi substansi PJOK tetaplah pada ketangkasan dan teknik gerak yang benar,” tegas Misliyani.

Antusiasme tinggi juga terpancar dari para peserta ujian. Maudya Kharinda, siswi kelas 9 B, mengungkapkan rasa bangganya dapat tampil maksimal bersama rekan sekelompoknya setelah melalui proses persiapan yang panjang dan mandiri.

“Kami sudah berlatih keras selama beberapa minggu terakhir untuk menyamakan gerakan dan menyiapkan atribut ini bersama-sama. Tampil kompak seperti tadi memberikan kepuasan tersendiri. Ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi kami semua menjelang kelulusan nanti,” tutur Maudya.

Momentum ini menjadi bukti nyata keberhasilan madrasah dalam menyelaraskan kurikulum fisik dengan pengembangan karakter siswa, menciptakan lulusan yang tidak hanya sehat secara jasmani tetapi juga kompeten dalam berkolaborasi dan berinovasi. (SM)

5 Likes

Author: humas-dev-2026