Muara Enim (Kemenag Sumsel)—-
Senin (25/5/2026). Upacara bendera yang dilaksanakan pada Senin pagi di lapangan utama MTsN 2 Muara Enim berlangsung penuh khidmat dan memberikan pesan mendalam bagi seluruh peserta didik. Bertindak sebagai pembina upacara, Vira Helena menyampaikan amanat mengenai pentingnya memahami serta menyeimbangkan hak dan kewajiban sebagai siswa di lingkungan madrasah.
Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban. Ia mengingatkan bahwa kewajiban utama siswa adalah belajar dengan sungguh-sungguh, mematuhi tata tertib madrasah, menghormati guru, serta menyelesaikan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.
“Jangan hanya menuntut hak, tetapi lupakan kewajiban. Jika kalian melaksanakan kewajiban dengan baik, maka hak kalian juga akan diberikan secara adil,” ujar Vira di hadapan seluruh peserta upacara.
Vira Helena yang baru saja resmi dilantik menjadi 100 persen Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini juga menekankan bahwa setiap siswa memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang baik dan penilaian yang objektif sesuai kemampuan serta usaha masing-masing. Menurutnya, madrasah harus menjadi tempat yang menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, dan pembentukan karakter.
Kepala madrasah, Misliyani turut memberikan apresiasi atas amanat yang disampaikan. Beliau menilai pesan tersebut sangat penting untuk membangun karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran akan aturan.
“Madrasah tidak hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membangun akhlak, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Pemahaman tentang hak dan kewajiban harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter,” ungkap Misliyani.
Amanat tersebut juga mendapat perhatian serius dari para siswa karena dinilai sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari di madrasah. Banyak peserta upacara terlihat lebih fokus dan antusias mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai.
Salah satu peserta didik kelas 7A, Alkins, mengaku termotivasi setelah mendengarkan amanat pembina upacara tersebut. Menurutnya, pesan yang disampaikan membuat dirinya lebih memahami pentingnya menjalankan kewajiban sebagai siswa sebelum menuntut hak.
“Saya jadi sadar bahwa sebagai siswa kami harus lebih disiplin, rajin belajar, dan mematuhi aturan madrasah. Kalau kami sudah menjalankan kewajiban dengan baik, tentu guru juga akan memberikan hak kami secara adil,” tuturnya.
Melalui amanat upacara ini, diharapkan seluruh peserta didik MTsN 2 Muara Enim semakin menyadari bahwa hak dan kewajiban merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kesadaran tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang tertib, adil, dan kondusif untuk belajar serta membangun generasi yang berintegritas. (SM)
