Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Pemandangan inspiratif mewarnai lingkungan MTs Negeri 2 Muara Enim pada Jumat pagi (24/4/2026). Para guru tidak lagi sekadar memberikan instruksi dari selasar, melainkan turun langsung membersihkan halaman dan taman madrasah sebagai wujud nyata penerapan nilai ekoteologi di lingkungan pendidikan.
Aksi ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bukan lagi soal teori di dalam kelas, melainkan tentang keteladanan di lapangan. Dengan memegang sapu dan membersihkan area madrasah, para pendidik ingin menanamkan kesadaran lingkungan yang berakar pada nilai-nilai spiritual.
Ibu Rahmi Lela Utama, salah satu guru yang terlibat aktif dalam aksi tersebut, menekankan bahwa tindakan ini adalah bentuk dakwah nyata dalam menjaga ciptaan Tuhan.
“Kami ingin menanamkan bahwa kebersihan itu adalah bagian dari iman yang dipraktikkan, bukan sekadar dihafalkan untuk ujian. Guru tidak boleh hanya berdiri dan menunjuk, tetapi harus menjadi orang pertama yang menyentuh tanah. Ini adalah bentuk pengabdian kita kepada sang Pencipta melalui alam,” ujar Ibu Rahmi di sela kegiatannya.
Namun, ia juga memberikan catatan reflektif bahwa membangun kebiasaan ini merupakan proses panjang yang memerlukan kesabaran dan konsistensi.
“Tentu ada kekeliruan jika kita menganggap semua akan langsung sadar hanya dengan satu kali aksi. Salah jika kami hanya mengandalkan kata-kata tanpa keringat. Tantangan terbesarnya adalah konsistensi,” tambahnya.
Kepala MTs Negeri 2 Muara Enim, Misliyani, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas transformasi pola pendidikan karakter ini. Ia berharap gerakan ini memberikan dampak jangka panjang bagi perilaku siswa.
“Saya sangat bangga dengan inisiatif para guru hari ini. Apa yang mereka lakukan adalah dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan). Di bawah visi ekoteologi, kita ingin mencetak generasi yang memiliki kesalehan ekologis. Jika guru sudah mencontohkan, siswa akan mengikuti dengan hati,” tegas Ibu Misliyani.
Kegiatan yang berlangsung hari ini berhasil mengubah wajah halaman madrasah menjadi lebih bersih dan asri, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah akan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab iman. (SM)
