MTsN 2 Muara Enim Siswa Sanksi Edukatif Perkuat Komitmen MTsN 2 Muara Enim Wujudkan Kawasan Antirokok dan Ramah Anak

Sanksi Edukatif Perkuat Komitmen MTsN 2 Muara Enim Wujudkan Kawasan Antirokok dan Ramah Anak

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Penegakan disiplin tidak sekadar tentang memberikan sanksi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab. Komitmen tersebut diwujudkan MTsN 2 Muara Enim melalui pembinaan edukatif bagi siswa yang melanggar tata tertib terkait rokok. Senin (19/10/2026), Trimnas, siswa kelas 9B, bersama teman-temannya menyampaikan pidato tentang bahaya rokok di hadapan ratusan peserta upacara bendera sebagai sarana edukasi sebaya sekaligus penguatan komitmen madrasah dalam membangun kawasan anti rokok dan ramah anak.

Kegiatan yang diinisiasi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Alpisahriah, tersebut menjadikan pembinaan disiplin sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki perilaku. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami konsekuensi pelanggaran, tetapi juga dilibatkan dalam menyampaikan pesan positif tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menaati tata tertib madrasah.

Melalui pidato tersebut, Trimnas dan kawan-kawan mengajak teman-temannya memahami bahaya rokok serta pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Penyampaian pesan oleh sesama siswa diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan memperkuat kesadaran untuk menjauhi rokok.

Alpisahriah menegaskan bahwa pendekatan edukatif merupakan bagian penting dalam pembinaan karakter siswa. Penegakan aturan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya menanamkan kesadaran agar siswa mampu memahami kesalahan dan memperbaiki perilakunya.

“Kami ingin menegakkan disiplin bukan sekadar memberikan hukuman, tetapi menjadikannya sebagai pembelajaran yang membangun kesadaran siswa. Melalui sanksi edukatif ini, kami berharap siswa memahami bahaya rokok dan mampu bertanggung jawab atas perilakunya. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam membangun kawasan anti rokok dan madrasah ramah anak, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa,” ujar Alpisahriah.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pembinaan di madrasah tidak semata-mata berorientasi pada pemberian sanksi, tetapi juga pada perubahan perilaku. Siswa diberi kesempatan untuk merefleksikan tindakannya, belajar bertanggung jawab, dan mengambil bagian dalam menyampaikan pesan positif kepada lingkungan sekitarnya.

Komitmen membangun kawasan anti rokok dan madrasah ramah anak juga membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Ketegasan dalam menjalankan tata tertib perlu didukung edukasi berkelanjutan, keteladanan guru, serta lingkungan yang melindungi siswa dari kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan.

Melalui langkah ini, MTsN 2 Muara Enim terus mendorong terbentuknya budaya disiplin yang mendidik, kesadaran hidup sehat, dan kepedulian bersama. Sanksi edukatif diharapkan menjadi momentum perubahan positif, bukan hanya bagi siswa yang menjalani pembinaan, tetapi juga bagi seluruh warga madrasah.

Upaya tersebut memperkuat komitmen MTsN 2 Muara Enim untuk mewujudkan madrasah yang sehat, aman, nyaman, ramah anak, dan berkarakter, sejalan dengan semangat membentuk generasi yang berakhlak mulia serta bertanggung jawab. (SM)

0 Likes

Author: humas-dev-2026