Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MTsN 2 Muara Enim menghadirkan pengalaman belajar yang konkret melalui praktikum kerapatan zat atau massa jenis. Pada Jumat (16/10/2026), guru IPA Rinta Susanti mengajak siswa melakukan percobaan langsung di laboratorium untuk membuktikan konsep sains yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.
Praktikum ini membantu siswa memahami materi tidak hanya melalui teori di buku, tetapi juga melalui pengamatan dan pembuktian secara langsung. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti air, minyak goreng, sirup, telur, dan sejumlah benda kecil, siswa mempelajari perbedaan massa jenis berbagai zat.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mendiskusikan fenomena yang ditemukan. Mereka mengamati lapisan cairan serta menyelidiki penyebab benda tertentu dapat mengapung atau tenggelam di dalam air.
Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk menghubungkan konsep ilmiah dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Proses pengamatan dan diskusi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok.
Guru IPA Rinta Susanti menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktikum menjadi salah satu cara untuk membantu siswa memahami konsep sains secara lebih mendalam.
“Melalui praktikum, siswa dapat membuktikan bahwa konsep kerapatan zat dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperkuat pemahaman materi, kegiatan ini juga melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama antarsiswa,” jelas Rinta.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan percobaan, mencatat hasil pengamatan, dan membandingkan temuan mereka dengan teori yang telah dipelajari. Pengalaman langsung tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami alasan ilmiah di balik fenomena yang mereka amati.
Salah satu siswa, Ellysia Florenzia, mengungkapkan bahwa pembelajaran melalui praktikum terasa lebih menarik dan memudahkan pemahaman materi.
“Belajarnya menyenangkan karena kami bisa mencoba sendiri dan melihat hasilnya secara langsung. Jadi, kami tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami alasan suatu benda bisa mengapung atau tenggelam,” ungkap Ellysia.
Pembelajaran berbasis praktikum ini menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Muara Enim dalam menghadirkan proses belajar yang aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pengalaman belajar yang konkret, siswa diharapkan mampu membangun pemahaman konsep yang lebih kuat, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan keterampilan ilmiah.
Dengan demikian, pembelajaran IPA tidak hanya membantu siswa menguasai materi pelajaran, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengamati, menganalisis, dan memahami berbagai fenomena alam secara logis. (SM)
