Muara Enim(Kemenag Sumsel)—
Selasa, (15/9/2026). Merawat lingkungan tidak berhenti pada menanam pohon. Di MTsN 2 Muara Enim, kepedulian terhadap bumi terus diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui pengelolaan Taman Hidup dan Green House sebagai bagian dari gerakan ekoteologi di lingkungan madrasah.
Ekoteologi menjadi landasan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui keterlibatan guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam merawat serta mengembangkan ruang hijau yang ada di madrasah.
Taman Hidup menjadi salah satu ruang yang dikembangkan dengan berbagai tanaman buah-buahan. Di area yang sama, madrasah juga mengembangkan budidaya jamur tiram. Keberadaan tanaman dan jamur tiram tidak hanya memperkaya lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi siswa untuk memahami proses kehidupan, perawatan, dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Green House dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman hidroponik. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan nutrisi secara terukur. Green House sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan dengan praktik nyata di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan melalui pembiasaan dan keteladanan.
“Anak-anak perlu diajak mencintai lingkungan melalui kegiatan yang mereka lakukan sendiri. Ketika mereka menanam, merawat, dan melihat tanaman tumbuh, di situlah muncul rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga alam,” ujarnya.
Menurut Misliyani, gerakan ekoteologi di madrasah tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab kita. Karena itu, madrasah berupaya menghadirkan ruang bagi siswa untuk belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari karakter dan nilai kehidupan yang harus mereka biasakan,” tambahnya.
Semangat merawat tanaman juga tumbuh dari para tenaga kependidikan. Muhammad Arsidi, staf TU MTsN 2 Muara Enim, menjadi salah satu sosok yang memberikan perhatian besar terhadap tanaman dan lingkungan hijau di madrasah.
Bagi Arsidi, merawat tanaman bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi bentuk kepedulian yang memberikan kepuasan ketika melihat tanaman tumbuh dan berkembang.
“Kalau sudah berurusan dengan tanaman, ada kepuasan tersendiri. Melihat tanaman tumbuh subur dan lingkungan menjadi lebih hijau membuat kita senang. Apalagi kalau tanaman yang dirawat bisa memberikan manfaat bagi warga madrasah,” ungkapnya.
Perhatian terhadap Green House juga datang dari Lina Nur’aini, salah satu guru Matematika MTsN 2 Muara Enim. Ia turut memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Green House sebagai ruang belajar sekaligus pengembangan budidaya tanaman.
Menurut Lina, keberadaan Green House membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung.
“Green House bisa menjadi tempat anak-anak belajar banyak hal. Mereka tidak hanya mengenal tanaman, tetapi juga belajar ketelitian, tanggung jawab, proses, dan kesabaran. Pembelajaran di kelas pun dapat dihubungkan dengan kegiatan nyata yang mereka lihat dan lakukan di lingkungan madrasah,” tuturnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa gerakan ekoteologi di MTsN 2 Muara Enim dibangun secara bersama. Kepala madrasah memberikan arah, guru dan tenaga kependidikan turut merawat, sementara siswa dilibatkan dalam proses pembelajaran dan pemeliharaan lingkungan.
Dari tanaman buah-buahan, jamur tiram, hingga hidroponik, madrasah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung dalam menjaganya.
Gerakan tersebut sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di MTsN 2 Muara Enim. Ekoteologi tidak ditempatkan sebagai pengetahuan semata, tetapi dihidupkan melalui kebiasaan merawat tanaman, menjaga kebersihan, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan menghargai setiap bentuk kehidupan.
Dari madrasah, pesan sederhana itu terus ditanamkan: bumi yang dirawat hari ini adalah kehidupan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui Taman Hidup dan Green House, MTsN 2 Muara Enim berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk merawat bumi. (SM)
