MTsN 2 Muara Enim Berita Wujudkan Keamanan Berbasis Moral, Polsek Lawang Kidul Data Guru dan Siswa Hafidz MTsN 2 Muara Enim

Wujudkan Keamanan Berbasis Moral, Polsek Lawang Kidul Data Guru dan Siswa Hafidz MTsN 2 Muara Enim

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Dalam upaya memperkuat pertahanan sosial berbasis nilai religius, jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Lawang Kidul melaksanakan kunjungan resmi ke MTsN 2 Muara Enim pada Rabu (25/2/2026). Kunjungan yang dipimpin oleh Aipda Toni Andika Putra dan Aipda Wendy ini merupakan tindak lanjut atas instruksi strategis Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan untuk memetakan potensi warga binaan baik dewan guru maupun siswa yang memiliki hafalan Al-Quran (Hafidz) sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam sesi koordinasi tersebut, madrasah menyerahkan data capaian Tahfidz sejumlah siswa unggulan, di antaranya Naura Fathiya Rahma (Kelas 7C) yang telah menuntaskan hafalan 5 juz dan Nazwa Fauziyyah Lubis (Kelas 9A) dengan hafalan 2 juz. Tak hanya siswa, pendataan ini juga mencakup para tenaga pendidik yang memiliki kemampuan serupa, mengingat peran guru sebagai figur sentral dalam pembentukan karakter generasi muda di wilayah Lawang Kidul.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah proaktif kepolisian tersebut. Beliau menilai sinergi ini merupakan bentuk pengakuan nyata negara terhadap kontribusi madrasah dalam mencetak sumber daya manusia berintegritas.
Menurutnya, pendataan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh warga madrasah karena membuktikan bahwa keahlian spiritual seperti menghafal Al-Quran kini memiliki ruang pengabdian yang sangat luas, termasuk kesempatan emas untuk berkarier di institusi Polri melalui jalur rekrutmen prestasi.

Senada dengan hal tersebut, Pembina Tahfidz MTsN 2 Muara Enim, Lailatul Khoiriah, menekankan bahwa para hafidz dari unsur guru dan siswa ini dipersiapkan untuk menjadi panutan nyata di lingkungan tempat tinggal mereka. Beliau berharap para penjaga Al-Quran ini dapat menjadi garda terdepan yang mendampingi tugas kepolisian dalam membentengi moralitas remaja dari ancaman negatif, seperti narkoba, judi online, dan kenakalan remaja, melalui pendekatan akhlakul karimah yang menyejukkan.

Implementasi program dari instruksi Polda ini diyakini akan membawa dampak nyata yang luas bagi kondusivitas wilayah Lawang Kidul. Kehadiran para hafidz dari kalangan guru dan siswa diproyeksikan berfungsi sebagai sistem pendingin (cooling system) sosial yang mampu meredam gesekan di tengah warga melalui wibawa religius mereka.

Lebih jauh lagi, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian yang semakin humanis, sekaligus memberikan harapan konkret bagi orang tua di pelosok desa bahwa prestasi keagamaan kini diakui sebagai jalur pengabdian formal negara, sehingga menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman secara fisik, namun juga tenteram secara batiniah.

Kunjungan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini diakhiri dengan penyerahan dokumen data secara simbolis kepada Aipda Toni Andika Putra dan Aipda Wendy, menandai dimulainya kolaborasi jangka panjang antara kepolisian dan madrasah dalam menjaga keamanan berbasis moral di Kabupaten Muara Enim. (SM)

4 Likes

Author: humas