
Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Selasa (13/1/2026). Suasana di lingkungan MTsN 2 Muara Enim setiap pagi terasa begitu berbeda. Sebelum lonceng masuk kelas berbunyi dan Kegiatan Belajar Mengajar dimulai, seluruh siswa telah berkumpul untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara berjamaah. Program tadarus rutin ini menjadi bagian dari komitmen besar madrasah dalam mencetak generasi yang Qur’ani.
Salah satu keunikan program di MTsN 2 Muara Enim adalah penggunaan metode pergantian surat secara berkala, seperti Surah An-Naba’ dan An-Nazi’at yang dibaca pada pagi hari ini. Strategi ini dirancang agar siswa tidak merasa terbebani untuk menghafal secara paksa. Sebaliknya, melalui frekuensi mendengar yang tinggi dan konsisten, ayat-ayat tersebut terekam secara alami di dalam memori jangka panjang siswa.
Kepala MTsN 2 Muara Enim Misliyani, menjelaskan bahwa pendekatan auditori atau pendengaran ini merupakan cara yang sangat efektif bagi remaja.
“Di MTsN 2 Muara Enim, kami ingin siswa menghafal dengan hati. Dengan sering mendengar, mereka menjadi akrab dengan irama dan pelafalan ayat tersebut. Harapannya, yang awalnya hanya mendengar akan tumbuh menjadi hafal dengan sendirinya tanpa paksaan,” ungkap Kamad yang biasa disapa Umi Misly ini.
Manfaat dari rutinitas ini dirasakan langsung pada kesiapan mental siswa dalam belajar. Alunan Al-Qur’an memberikan ketenangan jiwa yang membuat siswa lebih tenang dan fokus saat menerima penjelasan guru di kelas. Kedekatan dengan kitab suci ini juga secara perlahan mengasah budi pekerti, membuat siswa lebih disiplin dan memiliki kontrol diri yang baik, yang menjadi ciri khas dari karakter siswa madrasah.
Meski menjadi program internal madrasah, dampak positifnya meluas hingga ke luar pagar madrasah. Gema tadarus yang terdengar setiap pagi dari pengeras suara MTsN 2 Muara Enim menjadi syiar yang menyejukkan bagi warga di sekitar lingkungan madrasah, menciptakan suasana lingkungan yang lebih religius dan tenteram.
Umi Misly menambahkan bahwa target akhir dari program ini adalah agar siswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing.
“Kami membekali mereka agar siap tampil di tengah orang banyak. Harapan kami, siswa MTsN 2 Muara Enim tidak hanya hafal untuk diri sendiri, tetapi juga berani menjadi imam muda atau memimpin kegiatan keagamaan di desa mereka. Kami ingin alumni kami bermanfaat langsung dalam memperkuat nilai-nilai agama di tengah masyarakat,” tutup Misly. (SM)
