
Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Kamis (8/1/2026). Suasana kelas 7A di MTsN 2 Muara Enim tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi wajah tegang saat menghadapi deretan angka dan variabel yang rumit. Sebaliknya, keriuhan antusias dan senyum kompetitif terpancar dari wajah para siswa saat layar proyektor menampilkan “Papan Skor” yang bergerak dinamis di depan kelas.
Di bawah bimbingan Ibu Sherly Margita, guru matematika yang telah mengabdi lebih dari enam tahun di MTsN 2 Muara Enim ini materi Aljabar yang selama ini sering dianggap sebagai momok bagi siswa, berhasil disulap menjadi sebuah permainan yang seru, menantang, dan sangat interaktif.
Ibu Sherly memanfaatkan platform edukasi interaktif Kahoot! untuk menguji pemahaman siswa mengenai konsep-konsep aljabar secara langsung. Setiap siswa di kelas digital ini memegang perangkat laptop masing-masing, siap beradu cepat dan tepat dalam menjawab soal-soal variabel serta konstanta yang muncul di layar utama. Strategi ini terbukti ampuh membuat siswa lebih aktif dan terlibat sepenuhnya dalam proses pembelajaran.
“Tujuannya adalah mengubah mindset siswa bahwa matematika itu tidak kaku. Dengan Kahoot!, mereka tidak merasa sedang diuji, melainkan sedang bermain. Secara tidak sadar, mereka mengasah logika aljabar mereka dengan sangat cepat dan tepat,” ujar Sherly.
Penggunaan aplikasi ini membawa dampak perubahan yang luar biasa pada dinamika belajar mengajar di dalam kelas. Kehadiran elemen permainan secara otomatis meningkatkan fokus siswa secara drastis karena mereka merasa setiap detik sangat berharga untuk meraih posisi terbaik di papan skor. Selain itu, metode ini berhasil membangkitkan kepercayaan diri siswa, mereka yang sebelumnya ragu-ragu kini lebih berani mengeksplorasi jawaban melalui media digital yang menyenangkan. Kompetisi sehat yang tercipta pun memotivasi siswa untuk terus belajar memperbaiki pemahaman mereka tanpa merasa tertekan oleh kesalahan, sehingga matematika kini dirasakan sebagai tantangan yang seru, bukan lagi beban.
Inovasi yang dilakukan Ibu Sherly Margita ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MTsN 2 Muara Enim Misliyani, Beliau menegaskan bahwa penggunaan teknologi di dalam kelas adalah bagian dari komitmen besar madrasah dalam menyongsong era pendidikan digital.
“Tahun ini merupakan tahun kedua program kelas digital di MTsN 2 Muara Enim. Kami terus mendorong para guru untuk berani berinovasi agar pembelajaran di kelas tidak membosankan. Apa yang dilakukan di kelas 7A ini adalah bukti nyata bahwa teknologi bisa meningkatkan minat belajar siswa, dan kami berharap ke depannya program ini akan jauh lebih baik lagi dalam mencetak generasi yang cerdas dan melek teknologi,” ungkap Misliyani dengan optimis.
Metode pembelajaran inovatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain di lingkungan MTsN 2 Muara Enim untuk terus mengeksplorasi berbagai alat digital, mempertegas posisi madrasah tersebut sebagai pionir transformasi pendidikan digital di Kabupaten Muara Enim. (SM)
