Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Kelengkapan dokumen menjadi salah satu bekal penting bagi alumni MTsN 2 Muara Enim untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, madrasah memastikan pelayanan cap tiga jari ijazah berjalan mudah, cepat, dan tertib. Pelayanan yang berlangsung di Kantor Tata Usaha (TU), Rabu (2/9/2026), membantu alumni menyelesaikan administrasi ijazah tanpa harus menunggu lama.
Sejumlah alumni datang ke madrasah untuk melengkapi dokumen kelulusan. Pelayanan dipusatkan di area depan ruang TU dengan alur yang sederhana, mulai dari pemeriksaan berkas, penempelan pasfoto, hingga pembubuhan cap tiga jari.
Petugas TU memberikan arahan secara langsung kepada setiap alumni. Dengan pelayanan yang terorganisasi, proses dapat berlangsung secara bergantian sehingga antrean tetap terkendali.
Plt. Kaur Tata Usaha MTsN 2 Muara Enim, Yohana, mengatakan bahwa pelayanan tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan kepada alumni sekaligus memastikan dokumen ijazah ditangani secara teliti.
“Kami memahami bahwa alumni membutuhkan dokumen ini untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, kami berusaha memberikan pelayanan yang cepat dan mudah, tetapi tetap teliti agar setiap dokumen benar-benar sesuai dan tidak terjadi kesalahan,” ujar Yohana.
Menurutnya, petugas juga memberikan pendampingan apabila alumni masih membutuhkan arahan selama proses administrasi.
“Kami layani satu per satu dan kami arahkan tahap demi tahap. Harapannya, alumni datang dengan tenang dan pulang membawa dokumen yang sudah lengkap untuk keperluan mereka selanjutnya,” tambahnya.
Pelayanan tersebut menjadi bagian penting bagi alumni yang sedang mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Bagi mereka, kelengkapan ijazah bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menjadi salah satu syarat untuk membuka langkah baru setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Hj. Misliyan, menegaskan bahwa hubungan madrasah dengan murid tidak berakhir ketika mereka dinyatakan lulus.
“Kelulusan bukan berarti hubungan kami dengan anak-anak selesai. Mereka tetap bagian dari keluarga besar MTsN 2 Muara Enim. Ketika mereka membutuhkan bantuan dalam urusan administrasi, kami ingin madrasah tetap hadir dan memberikan kemudahan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan kepada alumni merupakan bentuk perhatian madrasah terhadap perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami tentu ingin melihat mereka melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Kalau ada hal kecil yang bisa kami bantu dari madrasah untuk memudahkan langkah mereka, tentu akan kami lakukan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Bagi para alumni, pelayanan cap tiga jari mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, di balik proses sederhana tersebut terdapat langkah penting menuju perjalanan baru memasuki sekolah atau madrasah lanjutan, mengejar cita-cita, dan melanjutkan masa depan.
Melalui pelayanan yang cepat, tertib, dan humanis, MTsN 2 Muara Enim kembali menunjukkan bahwa perhatian madrasah kepada murid tidak berhenti di ruang kelas. Bahkan setelah mereka lulus, madrasah tetap berupaya hadir dan membantu memudahkan langkah mereka menuju masa depan. (SM)
