MTsN 2 Muara Enim Berita Memutus Sekat Digital: Pelayanan Humanis MTsN 2 Muara Enim Permudah Langkah Anak Bangsa Menuju Bangku Madrasah

Memutus Sekat Digital: Pelayanan Humanis MTsN 2 Muara Enim Permudah Langkah Anak Bangsa Menuju Bangku Madrasah

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Selasa (24/2/2026). Di balik layar komputer dan tumpukan formulir, sebuah misi besar sedang dijalankan oleh panitia Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru Mandiri (SPMBM) MTsN 2 Muara Enim. Sejak dibukanya jalur reguler pada 23 Februari hingga 31 Maret 2026 mendatang, madrasah ini tidak sekadar membuka pendaftaran, tetapi sedang meruntuhkan hambatan akses pendidikan bagi masyarakat luas.

Melalui tautan resmi https://bit.ly/PPDB_MTsN2ME_REGULER_2026, teknologi hadir untuk memberikan kecepatan. Namun, dampak yang paling dirasakan masyarakat justru muncul dari kebijakan “pintu terbuka” yang diusung pihak madrasah: bantuan pendaftaran langsung di lokasi bagi mereka yang kesulitan dengan sistem daring.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Hj. Misliyani, atau yang akrab disapa Umi Misly, menegaskan bahwa semangat utama pendaftaran tahun ini adalah keramahan dan aksesibilitas.

“Kami ingin MTsN 2 Muara Enim menjadi rumah yang hangat bagi siapa saja. Digitalisasi adalah keharusan, namun pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat tetap yang utama. Umi ingin memastikan tidak ada satu pun orang tua yang merasa kesulitan atau bingung saat ingin menyekolahkan anaknya di sini. Kami hadir untuk melayani, bukan mempersulit,” ungkap Umi Misly dengan senyum khasnya.

Dampak nyata dari kehadiran panitia yang siap sedia membantu di lokasi adalah terciptanya rasa aman dan kepastian bagi orang tua wali murid. Tidak ada lagi kekhawatiran akan kesalahan input data atau kegagalan sistem yang seringkali menghantui warga yang kurang akrab dengan teknologi. Dengan pendampingan langsung, setiap berkas dipastikan valid, sehingga peluang anak untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya menjadi lebih terjaga.

Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Waka Kesiswaan, Alpisahriah, menjelaskan bahwa tim panitia telah disiagakan untuk mengawal proses ini hingga tuntas.

“Kami sadar bahwa tidak semua wali murid memiliki perangkat yang memadai atau sinyal yang stabil di rumahnya. Oleh karena itu, panitia SPMBM siap mendampingi langsung di madrasah. Dampaknya sangat positif, orang tua jadi lebih tenang karena mereka bisa bertanya langsung dan dibantu hingga proses pendaftaran benar-benar sukses,” jelas Alpisahriah.

Interaksi hangat antara panitia dan pendaftar juga mempererat hubungan emosional dan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Orang tua merasa dihargai dan dibantu, yang pada akhirnya menumbuhkan citra positif bahwa MTsN 2 Muara Enim adalah lembaga yang peduli dan melayani. Lebih dari sekadar urusan teknis, pelayanan ini mendorong inklusivitas pendidikan di wilayah Muara Enim, memastikan bahwa status ekonomi atau keterbatasan perangkat gadget tidak menjadi penghalang bagi anak-anak berbakat untuk belajar di madrasah.

Bagi warga yang ingin memberikan masa depan terbaik bagi putra-putrinya, jalur reguler ini masih terbuka lebar. Baik melalui gawai dari rumah maupun dengan bertatap muka langsung dengan panitia di madrasah, semua jalan telah dimudahkan. Karena pada akhirnya, tujuan besar dari SPMBM ini adalah memastikan setiap calon siswa mendapatkan haknya untuk belajar di lingkungan yang mendukung dan religius. (SM)

7 Likes

Author: humas