Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Kamis (5/3/2026). Suasana belajar di ruang-ruang kelas MTsN 2 Muara Enim hari ini tampak jauh lebih sejuk dan tertata. Peningkatan drastis pada kepedulian siswa dalam menjaga sanitasi serta pemeliharaan tanaman hias menjadi bukti nyata keberhasilan sistem penilaian berkala yang dilakukan hari ini.
Peninjauan mendalam terhadap kebersihan kelas dan Kebun Kelas terbukti memberikan dampak instan pada kenyamanan belajar. Para siswa kini lebih proaktif dalam memastikan setiap sudut ruang mereka bebas sampah, yang secara langsung menciptakan atmosfer pendidikan yang lebih sehat dan fokus.
Langkah konkret ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Prosta yang dicanangkan Menteri Agama, khususnya dalam aspek Ekoteologi—sebuah konsep yang menyatukan nilai-nilai spiritual dengan pelestarian alam. Kegiatan ini juga berjalan selaras dengan penguatan program Adiwiyata di lingkungan MTsN 2 Muara Enim.
“Hari ini saya melihat perubahan karakter yang luar biasa pada siswa. Mereka mulai memahami bahwa menjaga tanaman di dinding kelas dan kebersihan dispenser bukan sekadar tugas, melainkan bentuk ibadah kita terhadap alam sesuai mandat Ekoteologi dalam Asta Prosta. Jika kelas asri, pikiran siswa pun akan lebih jernih dalam menyerap pelajaran.” Ujar Susi selaku penilai kebersihan kelas dan kebun pada hari ini.
Senada dengan hal tersebut, Waka Sapras Sri indrayani mengungkapkan bahwa madrasah terus mengupayakan fasilitas yang dapat mendukung terciptanya lingkungan hijau.
“Kami terus berupaya menyediakan fasilitas yang mendukung terciptanya lingkungan hijau, namun kuncinya ada pada pemeliharaan. Melalui penilaian ini, kita ingin memastikan bahwa sarana yang ada dirawat dengan hati. Keselarasan antara ketersediaan fasilitas dan kesadaran ekologi siswa adalah kunci utama suksesnya program Adiwiyata kita.” Ungkap Sri.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Madrasah yang melihat perubahan perilaku siswa yang semakin peduli lingkungan.
“Kami berkomitmen menjadikan MTsN 2 Muara Enim ini sebagai pelopor lingkungan hijau. Penilaian rutin ini adalah cara kami mendukung program Menag secara nyata. Sinergi antara nilai agama dan praktik Adiwiyata ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dimulai dari hal kecil, seperti merawat kebun kelas. Hasilnya, siswa jauh lebih disiplin dan lingkungan belajar kita semakin berkualitas.” Tegas umi.
Hasil penilaian hari ini menunjukkan capaian yang sangat membanggakan, di mana kenyamanan visual meningkat melalui tanaman gantung di jendela yang tumbuh subur dan memberikan pasokan oksigen alami di dalam ruang kelas. Selain itu, kerapian ruang yang mencakup tata letak meja hingga kebersihan area dispenser telah mencapai standar kesehatan maksimal. Hal yang paling utama adalah tumbuhnya kesadaran kolektif di mana para siswa secara mandiri berbagi tugas dalam merawat ekosistem kecil di kelas mereka sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan.
Dengan konsistensi ini, diharapkan budaya hidup bersih dan hijau tidak hanya menjadi rutinitas madrasah, tetapi menjadi identitas permanen bagi seluruh warga MTsN 2 Muara Enim. (SM)
