Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengimplementasikan nilai ekoteologi, siswa kelas 8G MTs N 2 Muara Enim melaksanakan kegiatan pembersihan kebun dengan membasmi gulma di area kebun kelas, didampingi wali kelas. Selasa (03/03/26)
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab siswa dalam menjaga kebersihan dan kesuburan kebun yang telah menjadi bagian dari program pembelajaran berbasis lingkungan di madrasah. Dengan penuh semangat, para siswa mencabut gulma yang tumbuh liar agar tanaman utama dapat berkembang dengan optimal.
Wali kelas 8G, Leni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti, tetapi juga sarana pembelajaran karakter. “Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Gulma yang dibiarkan tumbuh dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain. Dari sini mereka memahami makna tanggung jawab dan kepedulian,” ujarnya.
Kepala Madrasah, Umi Misliyani, mengapresiasi semangat siswa dalam gerakan peduli lingkungan tersebut. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan merawat kebun merupakan bagian dari implementasi ekoteologi, yakni memaknai hubungan manusia dengan alam sebagai amanah dari Allah SWT. “Merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ketika kebun bersih dan tanaman tumbuh subur, itu menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata,” tuturnya.
Adapun manfaat yang dirasakan dari kegiatan ini antara lain kebun menjadi lebih rapi dan sehat, tanaman dapat tumbuh dengan baik tanpa gangguan gulma, serta terciptanya lingkungan madrasah yang lebih asri dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap gotong royong, disiplin, serta rasa memiliki terhadap fasilitas madrasah.
Melalui gerakan peduli lingkungan ini, MTs N 2 Muara Enim berharap nilai-nilai ekoteologi terus tertanam dalam diri siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (Tizzy)
