Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Senin (25/5/2026). suasana Kebun TOGA MTsN 2 Muara Enim terasa berbeda. Di bawah rindangnya pepohonan dan di antara deretan tanaman obat keluarga, siswa kelas 8A Digital tampak antusias membersihkan area kebun sambil mengenal berbagai tanaman herbal yang tumbuh di lingkungan madrasah.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ibu Lina Nuraini, guru matematika MTsN 2 Muara Enim yang telah mengabdi kurang lebih enam tahun sebagai guru PNS. Melalui pendekatan sederhana namun bermakna, beliau mengajak siswa memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari nilai keimanan dan rasa syukur kepada Tuhan.
Di tengah perkembangan zaman digital, pembelajaran berbasis alam seperti ini menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar mengenali manfaat tanaman obat, tetapi juga diajak memahami pentingnya hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta atau yang kini dikenal dengan nilai ekoteologi.
“Anak-anak perlu dikenalkan bahwa alam adalah titipan yang harus dijaga. Dari tanaman-tanaman sederhana ini mereka belajar tentang manfaat ciptaan Allah sekaligus pentingnya merawat lingkungan,” ujar Ibu Lina Nuraini di sela kegiatan.
Para siswa terlihat aktif membersihkan kebun, mencabut rumput liar, hingga mendengarkan penjelasan mengenai manfaat tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari. Suasana belajar di alam terbuka menghadirkan pengalaman yang berbeda dibanding pembelajaran di dalam kelas.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pendidikan berdampak yang diterapkan di MTsN 2 Muara Enim. Tidak hanya menanamkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Salah satu siswa kelas 8A Digital, Anindita, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
“Kami jadi tahu manfaat tanaman obat dan belajar menjaga lingkungan madrasah. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih sadar bahwa alam harus dirawat bersama,” ungkap Anindita.
Di tengah isu kerusakan lingkungan yang semakin sering terjadi, langkah sederhana yang dilakukan di Kebun TOGA MTsN 2 Muara Enim menjadi pesan penting bahwa pendidikan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Dari kebun sederhana di sudut madrasah itu, tumbuh nilai gotong royong, cinta lingkungan, dan kesadaran spiritual yang perlahan mengakar dalam diri peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, Ibu Lina Nuraini menunjukkan bahwa seorang guru bukan hanya mengajarkan pelajaran di kelas, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan. Bahwa menjaga alam bukan sekadar kewajiban manusia, melainkan bagian dari wujud syukur dan tanggung jawab moral terhadap ciptaan Tuhan. (SM)
