Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Pemandangan berbeda terlihat di halaman MTsN 2 Muara Enim pagi ini, Kamis (5/2/2026). Sambil bercanda namun tetap sigap, para siswa yang mengenakan seragam olahraga khas madrasah tampak sibuk menyisir setiap sudut madrasah. Bukan tanpa alasan, mereka sedang menjalankan misi penting yakni memastikan madrasah tetap asri dan benar-benar bebas dari sampah plastik.
Dengan membawa ember dan tong sampah, anak-anak ini gotong royong memunguti sampah yang terselip di bawah pepohonan rindang. Gerakan ini bukan sekadar rutinitas bersih-bersih biasa, melainkan cara para siswa mempraktikkan ajaran agama dalam menyayangi alam.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pesan Menteri Agama mengenai ekoteologi. Intinya, para siswa diajak memahami bahwa menjaga kebersihan madrasah adalah bagian dari ibadah. Mereka belajar bahwa merawat bumi merupakan bentuk tanggung jawab kepada Sang Pencipta.
Kepala MTsN 2 Muara Enim Hj. Misliyani atau yang akrab disapa Umi Misly, memberikan apresiasi tinggi atas semangat para siswanya. Beliau ingin agar karakter peduli lingkungan ini melekat kuat pada diri setiap anak.
“Umi ingin anak-anak memahami bahwa menjaga kebersihan itu bukan sekadar karena takut ditegur guru, tapi karena rasa tanggung jawab kita kepada Tuhan. Kalau lingkungan madrasah kita hijau, asri, dan tanpa sampah plastik, proses belajar pun jadi lebih tenang dan nyaman. Inilah wujud nyata kita memuliakan alam,” ungkap Umi Misly dengan ramah.
Fokus utama dalam aksi ini adalah meminimalisir sampah plastik. Mengingat plastik sangat sulit hancur, para siswa mulai dibiasakan untuk lebih peduli dan memilah sampah langsung dari sumbernya.
Suasana MTsN 2 Muara Enim yang memang sudah asri dengan banyak pohon besar kini terlihat semakin cantik. Tidak ada lagi plastik-plastik yang mengganggu pemandangan di bawah pohon atau di area taman.
Melalui kebiasaan sederhana ini, Umi Misly berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hingga mereka dewasa nanti. Sebab, madrasah yang sehat selalu berawal dari kepedulian orang-orang di dalamnya. (SM)
