MTsN 2 Muara Enim EKOTEOLOGI Usai Senam, Warga MTsN 2 Muara Enim Lanjutkan Pagi dengan Aksi Nyata Merawat Bumi

Usai Senam, Warga MTsN 2 Muara Enim Lanjutkan Pagi dengan Aksi Nyata Merawat Bumi

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Semangat menjaga kesehatan tidak berhenti setelah senam bersama. Kamis pagi (24/9/2026), keluarga besar MTsN 2 Muara Enim langsung melanjutkan aktivitas dengan gerakan Kamis Bersih. Kepala madrasah, guru, pegawai, dan siswa bergotong royong membersihkan sekaligus merawat lingkungan madrasah sebagai wujud nyata kepedulian terhadap bumi yang berpijak pada nilai-nilai ekoteologi.

Peralihan dari aktivitas olahraga menuju kegiatan kebersihan berlangsung tanpa jeda. Setelah senam selesai, warga madrasah mengambil peralatan masing-masing dan menyebar ke berbagai area. Ada yang membersihkan halaman dan selokan, menyapu area koridor, merapikan taman, hingga merawat tanaman yang menghijaukan lingkungan madrasah.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan tertata. Di balik aktivitas sederhana itu, terdapat proses pendidikan karakter yang mengajarkan siswa untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan dan keteladanan. Menurutnya, siswa akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga bumi ketika nilai tersebut dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah kita sebagai manusia. Anak-anak perlu dibiasakan untuk memahami bahwa merawat tanaman, menjaga kebersihan, dan tidak merusak lingkungan merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ujar Misliyani.

Ia menambahkan, semangat ekoteologi tidak harus diwujudkan melalui kegiatan yang besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat membentuk kebiasaan dan karakter peduli lingkungan.

“Ekoteologi kita hadirkan melalui tindakan nyata. Ketika anak-anak membersihkan halaman, merawat tanaman, dan menjaga lingkungan madrasah, mereka sedang belajar bahwa bumi ini adalah amanah yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

Keterlibatan guru dan pegawai bersama siswa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya memberikan arahan, tetapi ikut turun langsung membersihkan lingkungan. Keteladanan itu membuat kegiatan Kamis Bersih terasa sebagai gerakan bersama, bukan sekadar tugas yang dibebankan kepada siswa.

Bagi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman sederhana yang menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Mereka belajar bahwa lingkungan yang bersih tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi membutuhkan kepedulian, kedisiplinan, dan kerja sama.

Kegiatan Kamis Bersih sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang terus dibangun di MTsN 2 Muara Enim. Kebersihan lingkungan dipandang bukan hanya sebagai persoalan kerapian, tetapi sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung tumbuhnya karakter peduli terhadap alam.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin dan melibatkan seluruh warga madrasah, MTsN 2 Muara Enim berupaya menghadirkan pendidikan ekoteologi dalam bentuk yang dekat dengan keseharian siswa. Dari senam untuk menjaga kesehatan diri, kemudian berlanjut dengan membersihkan dan merawat lingkungan, Kamis pagi di madrasah menjadi pengingat bahwa menjaga kehidupan juga berarti menjaga bumi tempat kehidupan itu berlangsung. (SM)

0 Likes

Author: humas-dev-2026