Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Jumat. (18/9/2026). Menanamkan kedisiplinan tidak selalu harus melalui hukuman yang bersifat keras. MTsN 2 Muara Enim menerapkan sanksi edukatif yang sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dengan mengarahkan siswa yang melanggar ketertiban untuk merawat tanaman di lingkungan madrasah.
Sejumlah siswa tampak menyiram dan membersihkan tanaman hias di sepanjang koridor madrasah. Kegiatan tersebut diberikan kepada siswa yang kedapatan bercanda dan bermain saat kegiatan Muhadharah berlangsung.
Waka Kesiswaan MTsN 2 Muara Enim, Alpisahriah, memberikan sanksi tersebut sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan siswa. Alih-alih memberikan hukuman fisik, siswa diarahkan melakukan kegiatan positif yang dapat membentuk rasa tanggung jawab sekaligus menjaga keasrian lingkungan madrasah.
“Anak-anak tetap harus diberikan konsekuensi ketika melakukan kesalahan. Namun, konsekuensi itu kita arahkan kepada kegiatan yang mendidik dan bermanfaat. Dengan merawat tanaman, mereka belajar bertanggung jawab atas tindakan sekaligus peduli terhadap lingkungan,” ujar Alpisahriah yang akrab disapa Alpi.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, yang akrab disapa Umi Misly, mengapresiasi pembinaan tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara nyata.
“Ketika anak melakukan kesalahan, kita tidak hanya ingin mereka mendapatkan hukuman, tetapi juga belajar dari kesalahan tersebut. Merawat tanaman menjadi salah satu cara agar mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, dan melakukan kebaikan,” ungkap Umi Misly.
Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat ekoteologi yang dikembangkan di MTsN 2 Muara Enim. Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan dan keindahan madrasah, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga ciptaan Allah.
“Merawat tanaman adalah bentuk kepedulian terhadap ciptaan Allah. Anak-anak perlu dibiasakan memahami bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari tanggung jawab dan akhlak kita,” tuturnya.
Melalui sanksi edukatif tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Pada saat yang sama, mereka diajak mengubah kesalahan menjadi kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Pembinaan ini juga memperkuat budaya peduli lingkungan di MTsN 2 Muara Enim. Kegiatan sederhana seperti menyiram dan merawat tanaman menjadi sarana untuk mempertemukan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, akhlak, dan kepedulian terhadap alam.
Dengan pendekatan tersebut, sanksi tidak berhenti sebagai bentuk teguran atas pelanggaran. Sanksi diarahkan menjadi proses pembelajaran yang menghasilkan kebaikan baik bagi pembentukan karakter siswa maupun bagi lingkungan madrasah. (SM)
