Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
MTsN 2 Muara Enim terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan hidup ramah lingkungan. Hari ini, Selasa (21/07/2026), seluruh murid kembali diajak membawa tumbler (botol minum) dan tempat makan (tepak) dari rumah sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan madrasah.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam mendukung Program Ekoteologi Kementerian Agama sekaligus memperkuat langkah madrasah menuju Adiwiyata Mandiri. Melalui kebiasaan sederhana ini, murid dibiasakan untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menerapkan pola hidup sehat.
Sejak pagi, para murid tampak datang ke madrasah dengan membawa tumbler dan tempat makan masing-masing. Kebiasaan ini tidak hanya mampu mengurangi sampah plastik dari botol air mineral dan kemasan makanan sekali pakai, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian murid dalam menjaga barang miliknya.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengatakan bahwa pendidikan lingkungan akan lebih efektif apabila dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari.
“Kami ingin menanamkan kepada murid bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membawa tumbler dan tempat makan dari rumah. Jika kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, maka akan tumbuh karakter peduli lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka, baik di madrasah maupun di rumah. Inilah salah satu wujud nyata dukungan madrasah terhadap Program Ekoteologi Kementerian Agama,” ujar Misliyani.
Misliyani menambahkan, keberhasilan gerakan ini juga membutuhkan dukungan orang tua agar kebiasaan membawa tumbler dan tempat makan dapat terus diterapkan setiap hari. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di madrasah, tetapi juga menjadi budaya di lingkungan keluarga.
Melalui gerakan ini, MTsN 2 Muara Enim berharap budaya membawa tumbler dan tempat makan dari rumah dapat menjadi gaya hidup ramah lingkungan bagi seluruh warga madrasah. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, hijau, sekaligus memperkuat karakter murid yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.(SM)
