Muara Enim (Kemenag Sumsel) –
Komitmen MTsN 2 Muara Enim dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi terus diwujudkan melalui berbagai pembiasaan positif di lingkungan madrasah. Salah satunya dilakukan oleh Guru Fikih, Sri Indrayani, yang mengedukasi siswa tentang tata cara berwudhu yang benar sekaligus pentingnya menjaga lingkungan saat siswa hendak melaksanakan wudhu, Jumat (12/6/2026).
Di sela-sela kegiatan siswa yang akan menunaikan salat, Sri Indrayani mengingatkan agar wudhu dilakukan sesuai tuntunan syariat dengan menggunakan air secukupnya dan tidak berlebihan. Ia juga mengajak siswa menadahi air bekas wudhu yang masih bersih untuk dimanfaatkan kembali menyiram tanaman di lingkungan madrasah.
Menurut Sri, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bentuk penerapan ajaran Islam yang mengajarkan kebersihan sekaligus kepedulian terhadap alam. “Islam mengajarkan kita untuk tidak boros dalam menggunakan air. Air bekas wudhu yang masih layak dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, menyambut baik pembiasaan yang dilakukan tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa.
“Melalui pembiasaan ini, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran agama. Inilah implementasi ekoteologi, yaitu bagaimana nilai-nilai keislaman diwujudkan dalam tindakan nyata untuk merawat dan melestarikan alam,” tutur Misliyani.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata MTsN 2 Muara Enim dalam mendukung program ekoteologi Kementerian Agama. Selain membiasakan ibadah yang benar, madrasah juga mendorong tumbuhnya kesadaran peserta didik untuk menggunakan sumber daya alam secara bijak dan bertanggung jawab demi keberlanjutan lingkungan. (SM)
