Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Senin (8/6/2026). MTsN 2 Muara Enim terus menghadirkan inovasi dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan ekoteologi. Melalui pengelolaan kebun hidroponik modern, madrasah ini kini mengembangkan beberapa sistem budidaya tanaman yang memadukan teknologi, energi terbarukan, dan pemanfaatan sumber daya secara efisien.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah hidroponik rakit apung yang dilengkapi pompa oksigen untuk menjaga kadar oksigen terlarut di dalam air sehingga akar tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan optimal. Selain itu, MTsN 2 Muara Enim juga mengembangkan hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang memanfaatkan aliran tipis larutan nutrisi secara terus-menerus pada akar tanaman, sehingga penggunaan air dan nutrisi menjadi lebih efisien.
Menariknya, sistem NFT tersebut didukung oleh panel surya (solar panel) sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan energi matahari ini menjadi langkah nyata madrasah dalam mendukung program ramah lingkungan sekaligus mengajarkan pentingnya penggunaan energi terbarukan kepada peserta didik.
Tidak hanya itu, seluruh sistem pengairan hidroponik juga telah dilengkapi dengan irigasi otomatis berbasis kendali jarak jauh. Inovasi ini dirancang dan dioperasikan oleh Muhammad Arsidi, staf Tata Usaha MTsN 2 Muara Enim. Melalui aplikasi pada telepon genggam, Arsidi dapat mengatur kapan pompa air hidup dan kapan pompa dimatikan, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efektif dan efisien.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan hidroponik tidak hanya menghasilkan tanaman yang sehat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Madrasah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Inovasi hidroponik ini sejalan dengan semangat ekoteologi, yaitu menumbuhkan kesadaran bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi,” ujar Misliyani.
Sementara itu, Muhammad Arsidi menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan memungkinkan pengelolaan kebun dilakukan dengan lebih mudah dan terukur. Dengan bantuan teknologi digital dan energi surya, kebutuhan air serta listrik dapat dihemat tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan tanaman.
Melalui inovasi hidroponik berbasis teknologi ini, MTsN 2 Muara Enim membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi pusat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Langkah ini menjadi wujud nyata implementasi ekoteologi di lingkungan madrasah, di mana ilmu pengetahuan, teknologi, dan tanggung jawab menjaga ciptaan Allah berjalan beriringan. (SM)
