Muara Enim ( Kemenag Sumsel)—
Sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi keagamaan ditunjukkan secara nyata oleh keluarga besar MTsN 2 Muara Enim. Kepala Madrasah dalam kapasitasnya sebagai pimpinan organisasi lintas sektor, hadir dan berperan aktif dalam agenda Pengajian Rutin serta Halal Bihalal FORSAPSS Kabupaten Muara Enim di Masjid Agung Muara Enim, Jumat (24/4/2026).
Kehadiran jajaran madrasah ini dipimpin langsung oleh Hj. Misliyani, yang merupakan Ketua Umum FORSAPSS Kabupaten Muara Enim sekaligus Kepala MTsN 2 Muara Enim, didampingi oleh dua tenaga pendidik, Ibu Lina Nuaini dan Ibu Sherly Margita yang juga menjabat sebagai Waka Humas.
Sebagai pucuk pimpinan FORSAPSS, Ketua Umum menekankan bahwa kegiatan ini adalah wadah strategis untuk memperkuat ukhuwah sekaligus meningkatkan kualitas spiritual masyarakat, khususnya kaum ibu dan pendidik.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya meningkatkan iman, ilmu, dan amal jamaah untuk mendukung visi Muara Enim ‘Membara’. Kami ingin nilai-nilai pengajian ini tercermin dalam akhlak sehari-hari,” tegas Hj. Misliyani.
Keterlibatan aktif guru dalam agenda ini memberikan dampak langsung pada penguatan literasi digital di lingkungan madrasah. Ibu Sherly Margita, selaku Waka Humas, menyoroti betapa pentingnya sinkronisasi antara pesan agama dan perilaku di dunia maya.
“Apa yang disampaikan hari ini sangat relevan dengan tantangan kami di madrasah. Sebagai pendidik, kami bertanggung jawab mengedukasi siswa agar bijak berkomunikasi di ruang digital. Menjaga hati dan menjaga jempol adalah satu kesatuan karakter yang harus ditanamkan sejak dini,” ungkap Sherly Margita.
Acara semakin khidmat dengan tausiyah dari Ustadz Imron Supriyadi, yang mengangkat tema “Halal Bihalal di Era Gawai”. Ia mengingatkan para jamaah agar tidak membiarkan media sosial merusak kesucian hati. Menurutnya, perempuan dan pendidik adalah pilar negara yang memiliki tugas berat dalam menjaga moral keluarga dan anak-anak dari dampak negatif teknologi.
Agenda ini berhasil menyatukan berbagai organisasi perempuan dan keagamaan se-Kabupaten Muara Enim, mulai dari TP PKK, PDA, Salimah, DWP, hingga Majelis Taklim dari berbagai kecamatan. Kehadiran tim madrasah dalam forum ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah, meninggalkan pesan kuat bahwa kesalehan seseorang di era modern juga diukur dari kebijaksanaannya dalam menggunakan teknologi informasi. (SM)
