Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan guru dan siswa untuk melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan madrasah, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penerapan ekoteologi sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sejak pagi, para guru dan siswa tampak antusias membersihkan halaman, ruang kelas, taman, selokan, serta area sekitar madrasah. Mereka membawa sapu, cangkul, kantong sampah, dan alat kebersihan lainnya untuk memastikan lingkungan belajar menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Kepala madrasah Umi Misliyani menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab bersama.
“Penerapan ekoteologi di madrasah harus dimulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih, proses belajar juga akan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Selain membersihkan lingkungan, siswa juga diajak untuk memilah sampah dan merapikan tanaman di sekitar madrasah. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui gotong royong di hari pertama sekolah, madrasah ingin menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan kepada seluruh warga sekolah. Dengan semangat ekoteologi, madrasah diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang bersih, hijau, dan nyaman bagi semua. (EA)
