Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Upacara bendera di lapangan MTsN 2 Muara Enim pada Senin pagi (30/03/2026) menjadi momen penting bagi penguatan mental dan karakter seluruh siswa. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Rinta Susanti, yang juga merupakan guru mata pelajaran IPA, menyampaikan amanat mendalam yang menyoroti pentingnya empati kepada sesama, kesadaran akan kebersihan lingkungan, serta tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri.
Dalam arahannya yang khidmat, Rinta Susanti menekankan bahwa kecerdasan akademik di kelas tidak akan pernah sempurna jika tidak dibarengi dengan kepekaan hati untuk menghargai orang lain. Beliau memberikan contoh konkret mengenai bentuk empati sederhana yang harus dibudayakan, yakni dengan menumbuhkan kesadaran untuk selalu mengembalikan cangkir dan piring ke tempatnya semula setelah jajan di kantin.
Menurutnya, tindakan kecil seperti tidak membiarkan bekas makanan berserakan adalah wujud nyata penghormatan terhadap orang lain sekaligus cerminan kualitas karakter siswa yang mandiri dan peduli pada kebersihan lingkungan.
Sebagai pendidik IPA, beliau juga mengingatkan bahwa lingkungan yang bersih adalah kunci utama kenyamanan belajar yang akan berdampak langsung pada ketajaman berpikir para siswa di madrasah.
” Empati itu sederhana, yaitu dengan tidak membebani orang lain melalui sisa makananmu sendiri. Ibu meminta kalian mulai hari ini untuk bertanggung jawab penuh pada diri sendiri, kembalikan peralatan kantin pada tempatnya, dan jadilah pribadi yang peka terhadap keadaan sekitar,” tegas Rinta dengan penuh penekanan di hadapan ratusan peserta upacara.
Isi amanat yang lugas dan menyentuh ini langsung menuai respon positif dari para peserta didik. Dzaki Shaka Putra, salah satu siswa yang hadir, mengakui bahwa pesan tersebut menjadi pengingat yang sangat membekas bagi dirinya dan rekan-rekan sejawatnya.
” Amanat Ibu Rinta tadi benar-benar meresap ke hati. Saya jadi lebih sadar bahwa mengembalikan piring kantin bukan sekadar aturan, tapi bentuk empati kita agar tidak menyusahkan orang lain. Kami merasa diingatkan untuk jauh lebih peduli dan bertanggung jawab mulai hari ini,” ungkap Dzaki dengan tulus.
Pasca-upacara, dampak dari pesan tersebut langsung terlihat nyata di lapangan. Saat jam istirahat berlangsung, suasana kantin tampak lebih tertib dengan kesadaran siswa yang secara mandiri merapikan kembali peralatan makan mereka. Pihak MTsN 2 Muara Enim optimis bahwa melalui pengingat ini, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, budaya bersih yang kuat, serta empati yang tulus dalam keseharian mereka di madrasah. (SM)
