Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Pada pembelajaran Bahasa Inggris di kelas 9 D berlangsung berbeda dan penuh kreativitas, Rabu (4/3/2026). Melalui materi Procedure Text, siswa diajak mempraktikkan langsung konsep “Upcycling Material”, yaitu meningkatkan nilai barang bekas tanpa merusak bentuk aslinya. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Rahmi Lela Utama.
Dalam kegiatan tersebut, siswa membawa berbagai barang bekas dari rumah seperti sendok plastik, kayu dan bambu. Para siswa kemudian menyusun langkah-langkah pembuatan dalam bahasa Inggris sesuai struktur Procedure Text (goal, materials, steps), sebelum mempraktikkan proses pengolahan barang menjadi produk yang lebih bernilai guna dan estetis.
Rahmi Lela Utama menjelaskan bahwa pembelajaran ini tidak hanya melatih kemampuan menulis dan berbicara dalam Bahasa Inggris, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa.
“Melalui upcycling, siswa belajar menyusun teks prosedur secara runtut sekaligus memahami bahwa barang bekas masih memiliki nilai jika dikelola dengan kreativitas,” ujarnya.
Hasil karya siswa pun beragam, mulai dari tempat pensil hias, pot tanaman unik, hingga wadah serbaguna yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini membuat suasana kelas menjadi aktif, kolaboratif, dan penuh ide inovatif.
Salah satu siswa kelas 9 D mengaku senang dengan metode pembelajaran tersebut karena lebih mudah memahami materi saat langsung dipraktikkan. Selain meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris, kegiatan ini juga membangun karakter peduli lingkungan serta jiwa kewirausahaan sejak dini.
Pembelajaran berbasis proyek seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, karena siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Dengan inovasi pembelajaran yang kreatif, kelas 9 D membuktikan bahwa Bahasa Inggris dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kepedulian lingkungan. (EA)
