
Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Senin (05/01/2026). Upacara bendera hari Senin di MTsN 2 Muara Enim kini tak lagi dipandang sebagai rutinitas formalitas semata. Di balik khidmatnya barisan siswa, terdapat tim Palang Merah Remaja (PMR) yang bersiaga penuh sebagai “Garda Terdepan” kesehatan dan keselamatan peserta upacara.
Berbekal tandu, kotak P3K, dan pengetahuan medis dasar, para anggota PMR MTsN 2 Muara Enim menunjukkan peran vitalnya. Di bawah terik matahari Kabupaten Muara Enim yang seringkali menyengat, tim ini dengan sigap melakukan evakuasi dan penanganan pertama bagi siswa yang mengalami kelelahan atau yang tiba-tiba mendadak pingsan saat upacara berlangsung.
Kepala Madrasah MTsN 2 Muara Enim, Misliyani menyampaikan bahwa keberadaan PMR di setiap upacara adalah bentuk edukasi karakter yang nyata. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa di madrasah, anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tapi belajar menyelamatkan nyawa dan peduli pada sesama secara langsung di lapangan,” ujarnya.
Destiya Warizal siswa kelas 9A yang juga merupakan salah satu tim PMR mengaku bangga dapat menjadi bagian dari PMR.
“Awalnya saya takut melihat orang pingsan, tapi setelah dilatih di PMR MTsN 2 Muara Enim, setiap hari Senin saya merasa bangga bisa membantu teman yang membutuhkan bantuan medis cepat,” ujarnya.
Dengan semangat “Inter Arma Caritas”, PMR MTsN 2 Muara Enim membuktikan bahwa kontribusi kecil di lapangan upacara adalah langkah besar untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan responsif terhadap keadaan darurat. (SM)
