
Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Siswa kelas 9.B MTsN 2 Muara Enim mengikuti kegiatan praktik pembelajaran prakarya dengan membuat tie dye, sebuah teknik pewarnaan kain yang mengedepankan kreativitas dan keterampilan tangan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Lab. IPA madrasah pada Senin (22/9), dipandu langsung oleh guru pengampu mata pelajaran, Ibu Lia.
Dalam praktik tersebut, siswa belajar bagaimana memadukan warna, melipat kain, serta mengikat dengan teknik tertentu agar menghasilkan pola yang unik dan indah. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kecintaan siswa pada karya seni kriya.
Salah seorang siswa, Maudia, mengaku sangat senang bisa belajar secara langsung. “Awalnya saya kira susah, tapi ternyata sangat seru. Saya bisa membuat pola warna sendiri dan hasilnya tidak kalah bagus dengan yang dijual di toko. Jadi lebih semangat belajar,” ujarnya dengan antusias.
Sementara itu, guru prakarya Ibu Lia menjelaskan bahwa kegiatan praktik ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa. “Pembelajaran prakarya tidak hanya sekadar teori, tetapi siswa harus mencoba langsung. Dengan praktik membuat tie dye, anak-anak bisa mengekspresikan kreativitas dan keterampilan mereka. Harapannya, ini bisa menjadi bekal keterampilan hidup ke depan,” terangnya.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Hj. Misliyani, S.Ag., M.Pd.I, turut memberikan apresiasi atas kegiatan kreatif ini. “Saya sangat bangga dengan semangat siswa kelas 9.B. Melalui pembelajaran seperti ini, mereka tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga belajar tentang ketekunan, kerja sama, dan inovasi. Madrasah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik,” ungkapnya.
Kegiatan praktik tie dye ini diakhiri dengan pameran kecil, di mana siswa saling menunjukkan hasil karyanya. Suasana penuh keceriaan menjadi bukti bahwa belajar kreatif mampu memberikan pengalaman berharga bagi siswa. (TZ/LM)
