
Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Salah satu guru MTs Negeri 2 Muara Enim Aisyah Rahayu, S. Pd pada Muhadharah pagi ini, Jumat (1/8/2025) yang bertempat di Lapangan Utama MTsN 2 Muara Enim Aisyah menyampaikan tausyiah tentang Hati yang Mati.
Tausyiah Aisyah mengibaratkan hati yang mati sama halnya dengan kucing yang mati. Maka kucing apabila telah mati, kucing tersebut tidak akan lagi bergerak. Ciri hati yang mati ada 6 diantaranya yaitu, ciri yang pertama adalah sulit menerima nasihat kebaikan dari orang lain. Ciri yang kedua yakni bermuhasabah diri, adapun ciri yang ketiga merasa senang saat berbuat maksiat, ciri keempat sulit mengingat Allah SWT, ciri kelima tidak memiliki rasa empati yaitu tidak memiliki rasa hibah kepada orang lain dan terakhir ciri keenam yaitu mencintai dunia secara berlebihan.
“Jangan diteruakan jika salah satu ciri tersebut ada pada diri kalian, maka silahkan stop dengan cara memperbaiki diri dan obati dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.” Ucap Aisyah Rahayu salah satu guru Matematika MTsN 2 Muara Enim di hadapan seluruh siswa-siswi.
Lebih lanjut, Aisyah menyampaikan bahwa dari hadits Nabi kita dapat ambil pelajaran, bahwa jika hati kita baik, maka perbuatan kita akan baik. Sebaliknya jika hati kita buruk, maka perbuatan yang akan kita timbulkan juga akan buruk.
“Jadi anak – anak jangan biarkan hati kita mati, ayo kita rawat dengan iman. Semoga Allah SWT selalu menjaga hati kita semua agar tidak mati.” ajak Aisyah kepada seluruh siswanya pada Muhadharah pagi ini.
Umi Misliyani, S. Ag., M. Pd. I Kepala Madrasah mengapresiasi penampilan tausyiah guru pada Muhadharah pagi ini. Beliau berharap agar hati siswa-siswi MTsN 2 Muara Enim tidak ada lagi yang mati semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua.
“Semoga dengan tausyiah yang disampaikan Ibu Aisyah pagi ini, tidak akan ada lagi anak – anak yang memiliki hati yang mati sesuai dengan ciri yang disampaikan tadi. Semoga siswa-siswi kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.” Harap Misliyani.(EA)
