Muara Enim, Kemenag Sumsel —
Upaya melestarikan kekayaan budaya bangsa dapat dilakukan melalui pendidikan sejak dini. Salah satunya melalui pembelajaran Seni Budaya yang mengajak peserta didik mengenal, memahami, dan mempraktikkan tari daerah sebagai warisan budaya Indonesia. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran Seni Budaya kelas 7F MTsN 2 Muara Enim yang dilaksanakan pada Selasa 3/11/2026, di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Lestari Dian Pertiwi.
Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diperkenalkan pada keberagaman tari daerah Indonesia sekaligus diajak mempraktikkan gerakan-gerakan tari dengan penuh semangat. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang teknik gerak, irama, dan ekspresi, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, filosofi, serta kearifan lokal yang terkandung dalam setiap tarian daerah.
Pembelajaran ini juga dikaitkan dengan konsep ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk Tuhan. Nilai-nilai tersebut dapat ditemukan dalam berbagai budaya daerah yang menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Melalui pengenalan tari daerah, peserta didik diajak memahami bahwa budaya dan alam merupakan warisan berharga yang harus dijaga. Sebagaimana gerakan tari yang mencerminkan keindahan dan keharmonisan, kehidupan manusia juga harus berjalan selaras dengan lingkungan. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat menjadi sarana menumbuhkan karakter cinta tanah air sekaligus kepedulian terhadap kelestarian alam.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, menyampaikan apresiasi terhadap pembelajaran yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan nilai-nilai ekoteologi.
“Pembelajaran seni budaya bukan sekadar mengajarkan keterampilan menari, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter peserta didik. Kita ingin anak-anak mencintai budaya daerah sebagai identitas bangsa sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT. Budaya dan lingkungan harus sama-sama kita lestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, guru Seni Budaya, Lestari Dian Pertiwi, menyampaikan bahwa pembelajaran tari daerah menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya Nusantara.
“Melalui pembelajaran tari daerah, saya ingin siswa tidak hanya mengenal gerakan dan keindahan tarian, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Ketika dikaitkan dengan ekoteologi, siswa belajar bahwa keindahan budaya dan kelestarian alam merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kita harus menjaga keduanya sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Tuhan,” tuturnya.
Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan penuh antusias. Peserta didik kelas 7F mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Mereka didorong untuk berani berekspresi, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Melalui pembelajaran Seni Budaya ini, MTsN 2 Muara Enim terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai cinta budaya, kepedulian lingkungan, serta rasa syukur kepada Sang Pencipta. Melestarikan budaya berarti menjaga identitas bangsa, sedangkan merawat alam merupakan wujud tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan. LM
