Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Keteladanan seorang pemimpin tidak hanya ditunjukkan melalui arahan, tetapi juga melalui kesediaan mengambil peran langsung dan memberikan contoh nyata. Hal ini ditunjukkan Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, saat bertindak sebagai pemimpin upacara dalam apel penghormatan bendera dan doa bersama di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, Selasa (20/10/2026).
Di hadapan jajaran aparatur Kemenag Muara Enim, Misliyani memimpin jalannya upacara dengan tertib dan khidmat. Peran tersebut menjadi cerminan kepemimpinan yang menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, dan komitmen terhadap tugas. Kehadirannya sebagai pemimpin upacara sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai yang dibangun di madrasah harus tercermin dalam tindakan nyata para pemimpinnya.
Kepercayaan kepada MTsN 2 Muara Enim sebagai petugas pelaksana upacara gabungan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan, kekompakan, dan profesionalisme keluarga besar madrasah dalam mendukung agenda kelembagaan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, H. Abdul Harris Putra, dalam amanatnya mengingatkan seluruh guru dan pegawai agar senantiasa menjunjung tinggi kode etik profesi, menjaga integritas, serta memelihara marwah institusi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut mempertegas bahwa integritas lembaga berawal dari komitmen setiap individu untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Keterlibatan langsung Misliyani sebagai pemimpin upacara juga memberikan pesan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menjadi teladan. Sikap disiplin dan kesediaan menjalankan amanah menjadi nilai penting yang perlu ditumbuhkan di lingkungan kerja maupun dalam proses pendidikan di madrasah.
Melalui momentum ini, MTsN 2 Muara Enim terus memperkuat komitmennya dalam menanamkan budaya disiplin, membangun karakter, dan mendukung terwujudnya aparatur Kementerian Agama yang berintegritas. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama Berdampak, yakni menghadirkan keteladanan dan kinerja nyata yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. (SM)
