Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Kemandirian madrasah tidak selalu dimulai dari program besar. Dari sebuah kumbung jamur, MTsN 2 Muara Enim terus menumbuhkan semangat untuk mengelola lingkungan menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat. Senin (31/8), pengelola budidaya jamur tiram kembali melaksanakan panen sebagai bagian dari siklus produksi yang dijaga secara berkelanjutan.
Panen dilakukan oleh pengelola budidaya jamur, Ibu Ernita, dengan didampingi Pembina OSIM, Ibu Yulita Sari. Jamur tiram yang dipanen tampak segar dan tumbuh dengan baik setelah melalui proses perawatan secara rutin di kumbung jamur madrasah.
Bagi MTsN 2 Muara Enim, budidaya jamur tiram bukan sekadar kegiatan menghasilkan panen. Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lingkungan madrasah secara produktif sekaligus bagian dari upaya membangun kemandirian melalui pengelolaan sumber daya yang tersedia.
Konsistensi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budidaya. Pengelola secara rutin memperhatikan kondisi kumbung, menjaga kelembapan, kebersihan, serta memastikan media tanam atau baglog berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Ibu Ernita mengatakan, perawatan yang dilakukan secara rutin menjadi bagian penting agar proses budidaya dapat terus menghasilkan panen.
“Budidaya jamur ini membutuhkan perawatan yang rutin dan konsisten. Selama kondisi kumbung dan media tanam terjaga, jamur dapat terus tumbuh dan dipanen secara bertahap,” ujarnya.
Kegiatan panen juga menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan unsur kesiswaan dalam program produktif madrasah. Pendampingan Pembina OSIM, Ibu Yulita Sari, menunjukkan bahwa program lingkungan dapat dikembangkan menjadi ruang pembelajaran yang melibatkan warga madrasah secara lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, murid dapat melihat secara langsung bahwa lingkungan di sekitar mereka dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Nilai yang dibangun bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang ketekunan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengapresiasi konsistensi pengelola dalam mempertahankan keberlanjutan program budidaya jamur tiram.
“Panen yang terus berlangsung menunjukkan bahwa program ini tidak hanya dimulai, tetapi juga dirawat dan dikembangkan secara konsisten. Inilah yang kami harapkan, agar program-program produktif di madrasah dapat memberikan manfaat sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian madrasah,” ungkapnya.
Hasil panen jamur tiram selanjutnya dimanfaatkan oleh warga madrasah dan majelis guru. Pengelolaan hasil tersebut juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk pemeliharaan kumbung dan kebutuhan media tanam pada siklus berikutnya.
Dari kumbung sederhana, MTsN 2 Muara Enim terus belajar membangun kemandirian. Setiap panen menjadi bukti bahwa ketika sebuah program dirawat dengan konsisten, lingkungan tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran, produktivitas, dan manfaat bagi madrasah. (SM)
